Apa itu Salmonella dan bagaimana mencegah infeksi Salmonella?

Apa itu salmonella dan apa gejala infeksinya? Baca informasi cara mencegah infeksi salmonella ini.

Diperbarui

apa itu salmonella dan bagaimana mencegah infeksi salmonella

Kita sering mendengar istilah salmonella dan mungkin mengasosiasikannya dengan penyakit saluran pencernaan. Tapi apa salmonella sebenarnya? Apa saja penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella? Baca panduan lengkap di bawah ini tentang pengertian salmonella, termasuk hal-hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kontaminasinya.

Kontaminasi Salmonella bisa dicegah dengan menjaga kebersihan rumah, terutama dapur dan toilet. Gunakan produk-produk yang ampuh melawan berbagai jenis kuman, misalnya Cif untuk dapur dan Domestos untuk toilet.

Pengertian salmonella

Salmonella adalah istilah yang mengacu pada kelompok beberapa jenis bakteri yang bisa menyebabkan infeksi salmonella (salmonellosis) di saluran pencernaan. Menurut WHO, Salmonella merupakan salah satu penyebab utama keracunan makanan di dunia.

Apa itu bakteri salmonella?

Bakteri salmonella terdapat pada makanan, air, tanah, dan susu yang tercemar. Terutama makanan dan air mentah yang terkontaminasi kotoran reptil, ayam, dan bebek. Salah satu penyebab seseorang terinfeksi salmonella selain dari konsumsi air yang tidak bersih adalah jajan makanan di sembarang tempat.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan, batas kandungan salmonella adalah negatif/25 ml atau gr makanan. Jika lebih dari itu, kemungkinan seseorang keracunan salmonella sangatlah tinggi. Gejala-gejala yang disebabkan oleh bakteri salmonella dapat muncul secara beragam, mulai dari mual hingga terdapatnya darah di dalam kotoran manusia. Setelah mengetahui apa itu bakteri salmonella, kita bisa lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

Identifikasi bakteri salmonella

Bakteri salmonella terdapat pada makanan dan minuman mentah, atau pada makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Karena salmonella dapat bergerak bebas pada medium apa saja, kemungkinan besar semua orang, termasuk Anda, dapat terinfeksi oleh bakteri salmonella. Anak -anak yang memiliki daya tahan tubuh rendah dan cenderung gemar bermain di tempat yang kotor berisiko tinggi. Bakteri salmonella dapat diidentifikasi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melihat gejala-gejala yang muncul setelah mengonsumsi makanan dan minuman tertentu. Walaupun Anda sudah yakin telah mengonsumsi makanan dan minuman sehat, tidak menutup kemungkinan makanan dan minuman yang Anda konsumsi sudah terkontaminasi secara silang. Cuci makanan mentah Anda sebelum mengonsumsinya. Perihal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadinya kontaminasi silang adalah cuci peralatan makan dan minum Anda secara teliti dan bersihkan secara berkala tempat menyimpan makanan dan minuman yang Anda miliki. Contohnya seperti kulkas, karena banyak jenis makanan dan minuman yang Anda beli dari berbagai tempat dan disimpan secara bersamaan di dalam kulkas, maka kulkas perlu dibersihkan secara rutin agar tidak menimbulkan penyakit.

Penyebab dan gejala infeksi salmonella

Infeksi salmonella biasanya dapat terjadi akibat mengonsumsi bahan makanan dan air yang terkontaminasi bakteri salmonella. Bakteri tipe ini bisa mengontaminasi daging, ikan, telur, buah dan sayur. Selain itu, sebagian hewan peliharaan seperti reptil dan burung bisa menyebarkan salmonella melalui kotorannya.

Infeksi salmonella ditandai dengan beberapa gejala. Salmonella berinkubasi selama 12 hingga 72 jam dalam tubuh. Selama rentang waktu inilah pasien menderita gejala salmonella berikut:

  • Mual, muntah, dan menceret
  • Keram perut
  • Demam
  • Badan menggigil
  • Darah di dalam kotoran

Selain itu, salmonella juga bisa menyebabkan demam tifus yang lebih fatal. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella ini tergolong jarang karena hanya sebagian kecil bakteri salmonella bisa menyebabkannya.

Pengobatan salmonellosis

Gejala salmonella dapat ditangani dengan obat antidiare dan antibiotik dengan dosis yang tepat. Bagi sebagian orang, gejala salmonella dapat reda dengan sendirinya dalam 2-3 hari. Pengobatan dalam hal ini hanya berfungsi mengganti cairan yang hilang akibat muntah dan diare. Namun, jika Anda atau anggota keluarga menunjukkan satu atau beberapa gejala keracunan salmonella, segera konsultasi ke dokter.

Selain untuk mendapatkan penanganan yang benar, dokter juga bisa melakukan identifikasi bakteri salmonella sebagai penyebab infeksi. Penyakit tifus memang bisa berujung fatal, namun sangat mungkin disembuhkan dengan antibiotik sesuai petunjuk dokter, apalagi jika diagnosis dilakukan sedini mungkin.

Bagaimana mencegah infeksi salmonella?

Infeksi salmonella bisa dicegah dengan cara menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat dan higienis setiap waktu.

1. Terapkan kebiasaan mencuci tangan secara benar

Mencuci tangan bisa membatasi perpindahan salmonella dari bahan makanan yang Anda sentuh ke tangan, dan dari tangan ke mulut. Cuci tangan sebelum dan setelah memasak, menyentuh daging mentah, menggunakan toilet, dan mengganti popok bayi. Ajari pula kebiasaan mencuci tangan sejak dini pada anak. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan agar terhindar dari bakteri salmonella.

2. Batasi kemungkinan untuk kontaminasi silang

Kontaminasi silang terjadi ketika kuman dari satu bahan makanan berpindah ke bahan makanan lain. Kasus yang sering terjadi adalah menyimpan makanan secara bersamaan di dalam kulkas atau tempat makan yang tidak bersih. Ikuti tips berikut:

  • Cuci bersih perlengkapan masak yang bersentuhan dengan daging dan ikan mentah sebelum disimpan atau digunakan kembali. Pakai produk pencuci piring yang ampuh membasmi bakteri, seperti Sunlight.
  • Simpan terpisah sayur, daging, dan ikan. Masukkan daging dan ikan mentah di dalam wadah yang tertutup rapat, letakkan di bagian bawah kulkas untuk membatasi kontaminasi.

3. Siapkan bahan makanan secara benar

Pada prinsipnya, menghindari memakan daging hewan, ikan, dan telur mentah bisa mencegah infeksi salmonella. Namun, terdapat beberapa cara untuk memurnikan makanan-makanan tersebut hingga terbebas dari salmonella. Perhatikan cara-cara berikut:

  • Cuci bersih semua bahan makanan yang dimakan mentah seperti daun selada dan buah-buahan.
  • Ikan bisa disantap mentah asalkan masih sangat segar. Jika Anda tidak tahu cara yang benar mempersiapkan ikan mentah untuk langsung dimakan, Anda sebaiknya memasaknya.
  • Bistik sapi bisa dimakan setengah matang, tapi pastikan daging tersebut segar. Buang daging yang mulai berubah warna atau berlendir.
  • Daging ayam mutlak harus dimasak hingga matang sepenuhnya.

4. Bersihkan rumah secara menyeluruh

Rumah yang higienis membantu menjaga kesehatan anggota keluarga. Wastafel dapur dan toilet bisa menjadi sarang salmonella, jadi bersihkan secara menyeluruh beberapa kali setiap pekan. Sapu rumah tiap hari, dan pel dua hingga tiga kali seminggu.

Menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana dapat membatasi penyebaran salmonella secara maksimal dan meminimalisir terjadinya keracunan salmonella. Jangan ragu memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala infeksi salmonella. Usahakan mengganti cairan yang hilang dengan minum banyak air. Untuk anak-anak, oralit merupakan solusi paling ampuh mencegah dehidrasi parah. Simak lebih lanjut artikel kami tentang penyebab keracunan makanan dan cara mencegahnya.

  • Salmonella menyerang saluran pencernaan dan bisa menyebabkan dehidrasi parah, namun upaya pencegahannya tidaklah sulit.
  • Hindari memakan daging mentah dan ikuti petunjuk memasak makanan secara benar.
  • Menerapkan kebiasaan mencuci tangan dapat mencegah infeksi Salmonella.
  • Awalnya diterbitkan