Penyebab keracunan makanan dan cara mencegahnya

Cara menyimpan dan memasak makanan serta kebersihan di dapur terkait dengan risiko keracunan makanan. Cegah kontaminasi makanan seperti dijelaskan di sini.

Rekomendasi kami

Salah satu penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah kontaminasi silang. Penyebaran bakteri dari permukaan dapur ke makanan bisa dicegah dengan pemakaian produk antibakteri, seperti Sunlight Anti Bakteri, sebelum dan sesudah memasak.

Mual, muntah-muntah, demam, diare, dan pusing bisa menjadi gejala keracunan makanan akibat kondisi makanan dan tempat menyiapkan makanan. Kesadaran tentang keamanan bahan makanan dan kebersihan lingkungan dapur di masyarakat menentukan tingkat risiko keracunan makanan. Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 413.000 orang menjadi korban keracunan makanan selama 2009-2013 dari 10.700 kasus kejadian luar biasa di Indonesia. Di antaranya, 1.500 korban meninggal dunia.

Dengan angka kejadian yang tergolong tinggi tersebut, langkah-langkah pencegahan perlu Anda terapkan di rumah. Sebelumnya, Anda perlu memahami pengertian kontaminasi makanan yang menyebabkan keracunan.

bakteri pada makanan

Pengertian keracunan makanan

Keracunan makanan merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, bahan kimia, dan jamur tertentu. Ketika makanan disimpan atau disiapkan secara salah, risiko kontaminasi muncul. Keracunan makanan juga bisa dipicu kontaminasi di peralatan dapur dan permukaan dapur. Setelah mencapai sistem pencernaan, kontaminan memerlukan 1-3 hari sebelum menunjukkan gejala. Tingkat keparahannya tergantung pada jenis kontaminan.

Bakteri pada makanan sebagai penyebab keracunan makanan

Menurut organisasi kesehatan dunia WHO, bakteri Salmonela merupakan penyebab keracunan makanan yang paling umum. E. coli, Listeria, dan Campylobacter merupakan contoh lain bakteri dalam makanan yang berbahaya.

Patogen masuk ke makanan ketika Anda:

  • Memakan daging mentah atau setengah matang.
  • Menyimpan bahan makanan yang memerlukan suhu rendah di area hangat.
  • Membiarkan masakan matang di luar kulkas terlalu lama.
  • Memungkinkan kontaminasi silang, yaitu ketika bakteri berbahaya berpindah antara makanan, permukaan dapur, dan peralatan masak.
  • Memakan makanan yang telah disentuh seseorang yang sedang sakit atau yang telah berinteraksi dengan orang sakit.
pengertian keracunan makanan

Cara mencegah keracunan makanan

Pencegahan keracunan makanan tidaklah sulit. Lima pedoman di bawah ini akan membantu Anda memperkecil risiko keracunan makanan di rumah.

Menjaga kebersihan

Kebersihan diri Anda sendiri, peralatan masak, dan permukaan dapur yang terjaga dapat membantu mencegah penyebab-penyebab umum keracunan makanan. Terapkan kebiasaan berikut ini:

  • Mencuci tangan secara benar sebelum dan sesudah memasak serta setiap kali selesai menyentuh daging mentah.
  • Ketika sakit, Anda sebaiknya tidak masuk dapur.
  • Mencuci peralatan masak setelah dipakai dengan sabun cuci piring berkualitas, seperti Sunlight, dan dengan air hangat jika perlu.
  • Mencuci lap dapur, serbet, dan spons cuci piring secara rutin.
  • Menggunakan pembersih dapur, seperti Cif, pada meja dapur sebelum dan sesudah memasak, pintu lemari es, wastafel dan keran. Baca aturan pakai!

Menyimpan makanan terpisah dan tertutup

Pengertian makanan higienis mencakup cara penyimpanan makanan, baik mentah maupun matang, untuk mencegah kontaminasi silang. Biasakan untuk:

  • Memisahkan daging mentah dan makanan laut mentah dari bahan makanan lain di kulkas. Tempatkan kedua jenis bahan makanan ini di wadah tertutup rapat dan simpan di rak paling bawah.
  • Memisahkan masakan matang dan bahan pangan mentah di kulkas. Gunakan wadah bersih tertutup rapat untuk menyimpan masakan matang.
  • Menyiapkan bahan masakan memakai peralatan dan talenan terpisah untuk sayuran dan daging/makanan laut.
  • Memeriksa setiap bahan makanan dalam kemasan apakah bisa disimpan lagi setelah dibuka.
  • Membuang bahan makanan kedaluwarsa, basi, atau busuk.
pengertian makanan higienis

Memasak hingga matang

Memasak makanan secara tepat membantu mematikan bakteri merugikan, terutama pada daging dan makanan laut.

  • Daging sapi dan kambing tidak perlu dimasak hingga benar-benar matang luar-dalam asalkan dipersiapkan secara higienis.
  • Daging ayam dan babi harus dimasak sampai benar-benar matang, bagian dalam daging tidak boleh tampak merah muda ketika diiris.
  • Ikan perlu dimasak sesuai tingkat kesegarannya. Semakin lama terpapar udara atau mati, ikan perlu dimasak semakin lama.

Menyimpan makanan pada suhu aman

Menyetel suhu lemari es yang tepat bisa membantu mencegah pertumbuhan dan penyebaran bakteri pada makanan di dalamnya. Sebagai patokan dasar, suhu kulkas yang aman untuk makanan tidak boleh lebih dari 5 Celcius.

  • Periksa kemasan bahan makanan untuk mengetahui cara dan suhu penyimpanannya.
  • Simpan kelebihan masakan matang di dalam kulkas tidak lebih dari dua jam setelah dimasak.

Memakai air bersih dan bahan segar

Pemakaian air bersih dan bahan makanan layak makan menjadi kunci keamanan apa yang Anda konsumsi. Hindari pemakaian bahan makanan basi, berjamur tertentu, dan busuk. Untuk daging dan ikan, perubahan warna menandakan kondisi kesegarannya.