Cara mensterilkan botol susu bayi dan perlengkapan makan bayi

Beri bayi Anda yang terbaik, termasuk gunakan botol susu yang bersih dan steril. Ketahui petunjuk mensterilkan peralatan makan/minum bayi dalam artikel ini.

Diperbarui

Entah itu untuk ASI perah atau untuk susu formula, botol susu bayi dan perlengkapan makan/minum bayi harus selalu bersih dan steril. Perlengkapan ini mencakup dot, semua peralatan antikolik, pompa ASI, sendok, mangkuk, dan segala peralatan untuk menyuapkan obat kepada bayi.

Sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir sangat lemah sehingga mereka lebih mudah terserang kuman dan bakteri yang pada umumnya tidak berbahaya bagi orang dewasa namun berbahaya bagi bayi. Kontaminasi bakteri pada perlengkapan makan/minum bayi bisa berakibat muntah-muntah, diare, dan sariawan. Anda bisa memperkecil risiko ini dengan cara mensterilkan botol ASI atau susu bayi serta perlengkapan makan/minum bayi lainnya, terutama yang baru dibeli, untuk menghilangkan bau plastik dan kotoran yang menempel.

Cucilah botol susu bayi dan perlengkapan makan bayi sebelum sisa-sisa susu dan makanan di dalamnya telanjur kering. Dengan begini, Anda tidak memberi kesempatan bakteri muncul dan Anda tidak akan perlu menggosoknya sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu berinteraksi dengan si kecil.

Pilihan metode dan alat sterilisasi botol susu bayi

Pasangan yang baru pertama kali memiliki bayi sering kali khawatir mengenai cara mensterilkan botol susu bayi yang sebenarnya sangat sederhana. Anda bisa membeli sterilizer botol susu bayi khusus atau memanfaatkan peralatan yang sudah ada di rumah. Sebelum menggunakannya, bersihkan terlebih dulu peralatan sterilisasi apa pun dengan air hangat bercampur sabun cuci piring cair. Gunakan sikat berbulu lembut khusus untuk botol bayi agar tidak merusaknya.

Berikut ini metode-metode dan alat sterilisasi botol susu bayi yang dapat Anda pilih:

Penguap elektronik

Alat penguap elektronik tersedia di toko perlengkapan bayi. Alat ini merupakan salah satu jenis yang paling diminati untuk mensterilkan botol susu bayi. Dengan alat ini, Anda bisa mensterilkan sekaligus enam botol susu bayi dalam waktu hanya lima menit, tergantung pada kapasitas alat.

  1. Isi bagian dasar penguap dengan air dingin secukupnya. Baca instruksi pemakaiannya untuk mengetahui jumlah pasti botol susu bayi yang bisa ditampung. Pada umumnya, untuk mensterilkan enam botol susu bayi, sekitar 200ml air diperlukan.
  2. Letakkan botol susu bayi di dalam alat sterilisasi. Agar bagian dalamnya terkena uap panas dari bagian dasar alat, letakkan botol susu dan dot bayi dalam posisi telungkup.
  3. Tutup rapat alat sterilisasi. Celah sekecil apa pun akan membuat uap menyelinap ke luar sehingga efisiensi proses sterilisasi di dalamnya berkurang.
  4. Nyalakan mesin penguap dan diamkan selama waktu yang disarankan dalam petunjuk pemakaiannya, biasanya sekitar 5-10 menit. Setelah selesai, jangan langsung mengeluarkan botol susu dan dot karena masih sangat panas.
  5. Selama tutupnya belum dibuka, Anda bisa tetap menyimpan botol susu dan dot di dalam alat penguap hingga enam jam. Sebaliknya, begitu tutup telah dibuka, botol susu dan dot harus segera dipasang kembali guna mencegah kontaminasi di dalamnya.

Penguap microwave

Cara kerja penguap microwave sangat mirip dengan cara kerja penguap elektronik. Bedanya, penguap microwave pada dasarnya memanfaatkan alat dapur biasa untuk memanaskan air dan menciptakan lingkungan yang beruap. Gunakan metode ini seperti cara memakai penguap elektronik, yaitu dengan meletakkan botol susu dan dot bayi dalam posisi telungkup di atas penguap sebelum memasukkannya ke dalam microwave. Langsung pasang kembali botol susu setelah dikeluarkan dari microwave. Baca petunjuk perawatan perlengkapan makan/minum bayi Anda untuk mengetahui kesesuaiannya dengan metode ini.

Mesin cuci piring

Kalau Anda memiliki mesin cuci piring, Anda bisa memakainya untuk mencuci sekaligus mensterilkan perlengkapan makan/minum bayi. Pastikan semua perlengkapan tersebut bisa dicuci memakai mesin cuci piring dengan cara membaca petunjuk perawatannya masing-masing. Jalankan mesin pada suhu yang paling tinggi, yaitu di atas 80 derajat. Sebagian orang menganggap cara ini lebih merepotkan karena lebih mudah merusak botol susu dibandingkan cara lain. Selain itu, terdapat kemungkinan dot terjungkir akibat tekanan air di dalam mesin cuci piring sehingga air kotor justru tertampung di dalam dot dan perlu dicuci dan disterilkan kembali.

Merebus

Ini merupakan metode paling sederhana dan tidak memerlukan sterilizer botol susu khusus. Anda cukup memanfaatkan panci dan kompor untuk mensterilkan botol susu dan dot bayi. Walau sederhana, metode ini bisa membuat dot dan tabung pemompa lebih cepat rusak jika Anda tidak berhati-hati.

  1. Isi panci berukuran besar dengan air dingin, lalu masukkan perlengkapan makan/minum bayi ke dalamnya. Pastikan semua perlengkapan tersebut terendam dan tidak ada gelembung-gelembung udara di dalamnya.
  2. Letakkan piring atau mangkuk tahan panas untuk menutup panci sekaligus menjaga semua perlengkapan yang direbus tetap berada di bawah permukaan air.
  3. Nyalakan kompor dan biarkan hingga airnya mendidih, lalu diamkan selama sekitar 10 menit.
  4. Selama Anda tidak mengangkat piring atau mangkuk penutupnya setelah proses sterilisasi, Anda bisa tetap menyimpan perlengkapan bayi di dalam panci sampai sekitar 6 jam. Walau begitu, Anda sebaiknya langsung memasang kembali botol dan penutupnya setelah cukup dingin. Botol yang telah dipasang kembali dapat bertahan selama sekitar 24 jam sebelum perlu disterilkan lagi.

Sterilisasi dingin

Proses sterilisasi dingin merupakan alternatif yang tepat bagi para orang tua yang sibuk dan membutuhkan alat sterilisasi botol susu bayi yang mudah dibawa-bawa tanpa perlu daya listrik atau air mendidih.

  1. Anda perlu membeli cairan atau tablet sterilisasi dari toko perlengkapan bayi atau toko swalayan. Masukkan cairan atau tablet tersebut ke dalam wadah bersih berisi air. Baca aturan pakai untuk mengetahui dosis dan takaran air yang dianjurkan.
  2. Benamkan perlengkapan bayi di dalam larutan pensteril.
  3. Pastikan semua perlengkapan bayi tetap terendam selama setidaknya 30 menit. Semakin lama Anda merendamnya semakin baik.
  4. Anda bisa memakai ulang larutan sterilisasi tersebut dalam jangka waktu 24 jam. Setelah itu, Anda harus menggantinya dengan larutan yang baru.

Cara memilih alat sterilisasi botol susu bayi

Sesuaikan metode dan jenis sterilizer botol susu bayi dengan kebutuhan dan kesibukan Anda. Apabila Anda memiliki cukup banyak waktu luang dan memilih metode yang tidak memerlukan dana khusus, maka metode sterilisasi merebus merupakan pilihan yang tepat. Sebaliknya, kalau Anda memiliki keterbatasan waktu, penguap elektronik atau penguap microwave merupakan pilihan yang lebih cocok karena kecepatannya. Metode sterilisasi dingin juga sama baiknya, tetapi kebanyakan orang tua lebih memilih metode alami dan menghindari penggunaan cairan atau tablet sterilisasi.

Sampai kapan saya harus mensterilkan botol susu bayi?

Ketika usia bayi Anda mencapai 12 bulan, sistem kekebalan tubunya menjadi cukup kuat untuk melawan sebagian besar kuman dan bakteri sehari-hari. Oleh karena itu, Anda tidak perlu lagi mensterilkan perlengkapan makan/minum bayi setelah bayi menginjak usia 1 tahun. Meski demikian, Anda tetap disarankan mencuci botol susu dan perlengkapan makan/minum bayi langsung setelah selesai dipakai. Sisa-sisa ASI, susu formula, dan bubur yang telah mengering di dalam perlengkapan makan/minum bayi akan lebih sulit dibersihkan.

  • Sterilkan botol susu bayi setiap kali selesai dipakai untuk melindungi sistem kekebalan tubuh bayi yang masih lemah
  • Cuci semua perlengkapan makan/minum bayi sebelum mensterilkannya
  • Pilih metode sterilisasi botol susu bayi sesuai dengan keperluan dan tingkat kesibukan Anda
  • Awalnya diterbitkan