Penyebab keracunan makanan dan cara mencegahnya

Anda baru saja menikmati makanan terfavorit, tiba-tiba merasa mual dan sakit perut. Bisa jadi Anda keracunan makanan. Hindari dan kenali tanda-tandanya di artikel ini.

Diperbarui 30 Agustus 2019

penyebab keracunan makanan dan cara mencegahnya

Mual, muntah-muntah, demam, diare, dan pusing bisa menjadi gejala keracunan makanan akibat kondisi makanan dan tempat menyiapkan makanan. Pengertian keracunan makanan, kesadaran tentang keamanan bahan makanan, dan kebersihan lingkungan dapur di masyarakat menentukan tingkat risiko keracunan makanan. Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 413.000 orang menjadi korban keracunan makanan selama 2009-2013 dari 10.700 kasus kejadian luar biasa di Indonesia. Di antaranya, 1.500 korban meninggal dunia.

Dengan angka kejadian yang tergolong tinggi tersebut, langkah-langkah cara menghindari keracunan makanan perlu Anda terapkan di rumah. Sebelumnya, Anda perlu memahami pengertian kontaminasi makanan yang menyebabkan keracunan.

Salah satu penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah kontaminasi silang. Penyebaran bakteri dari permukaan dapur ke makanan bisa dicegah dengan pemakaian produk anti bakteri, seperti Sunlight sebelum dan sesudah memasak.
penyebab keracunan makanan dan cara mencegahnya

Pengertian keracunan makanan

Keracunan makanan merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, bahan kimia, dan jamur tertentu. Ketika makanan disimpan atau disiapkan secara salah, risiko kontaminasi muncul. Keracunan makanan juga bisa dipicu kontaminasi di peralatan dapur dan permukaan dapur. Setelah mencapai sistem pencernaan, kontaminan memerlukan 1-3 hari sebelum menunjukkan gejala. Tingkat keparahannya tergantung pada jenis kontaminan.

Bakteri pada makanan sebagai penyebab keracunan makanan

Menurut organisasi kesehatan dunia WHO, bakteri Salmonela merupakan penyebab keracunan makanan yang paling umum. E. coli, Listeria, dan Campylobacter merupakan contoh lain bakteri dalam makanan yang berbahaya. Patogen adalah salah satu faktor penyebab keracunan makanan dan pathogen masuk ke makanan ketika Anda:

  • Memakan daging mentah atau setengah matang.
  • Menyimpan bahan makanan yang memerlukan suhu rendah di area hangat.
  • Membiarkan masakan matang di luar kulkas terlalu lama.
  • Memungkinkan kontaminasi silang, yaitu ketika bakteri berbahaya berpindah antara makanan, permukaan dapur, dan peralatan masak.
  • Memakan makanan yang telah disentuh seseorang yang sedang sakit atau yang telah berinteraksi dengan orang sakit.

Pengertian kontaminasi makanan juga termasuk mengenal beberapa jenis makanan yang mudah terkontaminasi bakteri, terutama jika tidak disimpan dan diolah dengan tepat.

Berikut ini adalah sejumlah makanan yang harus diperhatikan:

  • Berbagai jenis daging mentah seperti kambing, sapi, babi, dan ayam.
  • Telur mentah.
  • Makanan laut seperti kerang, ikan, udang, kepiting, dll.
  • Susu segar yang belum melalui proses pasteurisasi.

Cara mencegah keracunan makanan

Pencegahan kontaminasi makanan tidaklah sulit. Sejumlah pedoman di bawah ini adalah cara mencegah keracunan makanan yang dapat membantu Anda memperkecil risiko keracunan makanan di rumah.

Menjaga kebersihan

Lingkungan yang kotor juga menjadi faktor penyebab keracunan makanan. Selalu utamakan kebersihan. Kebersihan diri Anda sendiri, peralatan masak, dan permukaan dapur yang terjaga dapat membantu mencegah penyebab-penyebab umum keracunan makanan. Terapkan kebiasaan berikut ini:

  • Mencuci tangan secara benar sebelum dan sesudah memasak serta setiap kali selesai menyentuh daging mentah.
  • Ketika sakit, Anda sebaiknya tidak masuk dapur.
  • Mencuci peralatan masak setelah dipakai dengan sabun cuci piring berkualitas, seperti Sunlight, dan dengan air hangat jika perlu.
  • Mencuci lap dapur, serbet, dan spons cuci piring secara rutin.
  • Menggunakan pembersih dapur, seperti Cif, pada meja dapur sebelum dan sesudah memasak, pintu lemari es, wastafel dan keran. Baca aturan pakai!

Menyimpan makanan terpisah dan tertutup

Pengertian makanan higienis mencakup cara penyimpanan makanan, baik mentah maupun matang, untuk mencegah kontaminasi silang. Biasakan untuk:

  • Memisahkan daging mentah dan makanan laut mentah dari bahan makanan lain di kulkas. Tempatkan kedua jenis bahan makanan ini di wadah tertutup rapat dan simpan di rak paling bawah.
  • Memisahkan masakan matang dan bahan pangan mentah di kulkas. Gunakan wadah bersih tertutup rapat untuk menyimpan masakan matang.
  • Menyiapkan bahan masakan memakai peralatan dan talenan terpisah untuk sayuran dan daging/makanan laut.
  • Memeriksa setiap bahan makanan dalam kemasan apakah bisa disimpan lagi setelah dibuka.
  • Membuang bahan makanan kadaluarsa, basi, atau busuk.

Memasak hingga matang

Pencegahan kontaminasi makanan bisa dilakukan dengan memasak makanan secara tepat untuk membantu mematikan bakteri merugikan, terutama pada daging dan makanan laut.

  • Daging sapi dan kambing tidak perlu dimasak hingga benar-benar matang luar-dalam asalkan dipersiapkan secara higienis.
  • Daging ayam dan babi harus dimasak sampai benar-benar matang, bagian dalam daging tidak boleh tampak merah muda ketika diiris.
  • Ikan perlu dimasak sesuai tingkat kesegarannya. Semakin lama terpapar udara atau mati, ikan perlu dimasak semakin lama.

Menyimpan makanan pada suhu aman

Menyetel suhu lemari es yang tepat bisa membantu mencegah pertumbuhan dan penyebaran bakteri pada makanan di dalamnya. Sebagai patokan dasar, suhu kulkas yang aman untuk makanan tidak boleh lebih dari 5 derajat Celcius.

  • Periksa kemasan bahan makanan untuk mengetahui cara dan suhu penyimpanannya.
  • Simpan kelebihan masakan matang di dalam kulkas tidak lebih dari dua jam setelah dimasak.

Memakai air bersih

Air bisa menjadi penyebab keracunan makanan. Pemakaian air bersih adalah kunci keamanan apa yang Anda konsumsi. Ada baiknya Anda memperhatikan kualitas air di lokasi tempat Anda tinggal. Jika kualitas air kurang baik, sebaiknya Anda memakai filter khusus untuk air yang akan dipakai memasak, untuk memastikan air aman dipakai untuk memasak. Anda juga bisa membawa sampel air ke laboratorium untuk memeriksa kelayakan konsumsinya. Ciri-ciri air yang layak dikonsumsi dan sehat adalah:

  • Air tidak berwana, melainkan bening dan jernih.
  • Air tidak berbau.
  • Rasa air tawar, tidak ada rasa lain seperti misalnya asin.
  • Tidak ada endapan.
  • Air memiliki suhu antara 10-25 derajat Celcius.
  • pH (derajat keasaman) air harus netral sekitar 7 pH.
  • Air tidak mengandung logam berat berbahaya, misalnya merkuri.

Memperhatikan ciri-ciri bahan makanan segar

Menggunakan bahan makanan segar penting untuk mencegah keracunan makanan. Hindari pemakaian bahan makanan basi, berjamur tertentu, dan busuk karena kemungkinan besar sudah ada bakteri dalam makanan. Selalu perhatikan warna serta tekstur bahan makanan segar yang akan Anda masak. Untuk daging dan ikan, perubahan warna menandakan kondisi kesegarannya.

Memperhatikan tanggal kadaluarsa makanan dalam kemasan

Keracunan makanan juga bisa terjadi saat mengkonsumsi makanan dalam kemasan. Selain tahu pengertian makanan higienis, sebaiknya Anda juga memperhatikan tanggal kadaluarsa makanan kemasan dan menghindari mengkonsumsinya jika telah melampaui tanggal kadaluarsa tersebut. Jika tanggal kadaluarsa telah lewat maka besar kemungkinan bakteri dalam makanan sudah berkembang dan jika dikonsumsi akan menyebabkan keracunan.

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memasak serta setiap selesai memegang daging mentah
  • Simpan daging mentah di wadah tertutup rapat di rak paling bawah dalam kulkas pada suhu yang tepat
  • Beberapa daging harus dimasak sampai benar-benar matang luar-dalam
  • Awalnya diterbitkan 21 November 2018