Bahaya dan Langka, Ikan Aligator Dilarang Diperjualbelikan

Ada beberapa alasan mengapa ikan aligator tidak boleh diperjualbelikan. Salah satunya yaitu karena termasuk spesies langka.

Diperbarui

Bahaya dan Langka, Ikan Aligator Dilarang Diperjualbelikan

Belakangan ini masyarakat tengah dihebohkan dengan keberadaan ikan aligator pemakan manusia yang diketahui sebagai spesies ikan air tawar. Ikan ini disebut aligator karena memiliki moncong atau mulut yang panjang dan bergigi seperti buaya. Ingin mengetahui lebih banyak tentang ikan yang sempat menggemparkan Indonesia ini? Berikut ini fakta yang perlu Anda ketahui tentang ikan ini:

1. Habitatnya Mudah Ditemukan di Amerika Bagian Utara

Ikan aligator memiliki habitat asli di perairan Amerika bagian utara dan tengah, seperti pesisir tenggara Amerika Serikat atau tepatnya di Mississippi, Ohio, dan Missouri. Selain hidup di sungai, ikan jenis ini juga dapat hidup di daerah teluk dan danau. Ikan ini pun dapat beradaptasi dengan baik di air payau dan air asin serta banyak ditemukan juga di air tawar. Namun, karena langkah pengendalian banjir dengan menggunakan tanggul dan bendungan pada akhirnya mengubah habitat asli ikan ini sehingga populasinya pun semakin berkurang.

2. Banyak Ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera

Ikan aligator juga dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan ikan jenis ini sudah banyak ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. Karena itulah ikan ini menjadi ancaman bagi ekosistem ikan di perairan Indonesia. Malah, ikan ini juga menjadi ancaman bagi spesies endemik. Di beberapa kota di Pulau Jawa, ikan ini pun sudah banyak beredar dan dipelihara oleh kolektor ikan. Penyebarannya pun sampai ke Pulau Sumatera.

3. Karakteristik Ikan Aligator

Ikan aligator bisa memiliki panjang tubuh mencapai 3 meter dengan berat sekitar 140 kg. Umumnya, ikan ini memiliki warna hijau seperti buah zaitun atau berwarna kuning. Moncongnya panjang dengan deretan gigi tajam seperti buaya. Sebagai jenis ikan predator, ikan ini tentunya berbahaya bagi spesies ikan lain. Meskipun memiliki ciri yang mirip buaya, ikan ini dianggap tidak terlalu berbahaya bagi manusia. Makanan utamanya adalah ikan yang hidup di habitat yang sama atau kura-kura kecil. Ikan ini pun bisa memakai bangkai. Walaupun memiliki daging yang tidak beracun, sangat sedikit orang yang mengonsumsi daging ikan jenis ini.

4. Termasuk Jenis Ikan yang Berumur Panjang

Ikan aligator termasuk ke dalam jenis ikan yang memiliki umur panjang. Masa kawinnya saja mencapai lima tahun untuk betina, sedangkan jantan memerlukan waktu 10 tahun. Ikan jenis ini akan mulai kawin saat usianya matang. Masa kawinnya sendiri biasanya dimulai saat musim semi dengan suhu air 28⁰C dan air sungai harus cukup dalam.

5. Dilarang Diperjualbelikan

Ikan aligator dilarang dipelihara dan diperjualbelikan karena termasuk ke dalam ikan yang berbahaya. Pertumbuhan ikan ini juga relatif cepat. Selain itu, sifat karnivornya akan membahayakan hewan lain, apalagi ika ikan tersebut sudah mencapai usia dewasa. Jika kedapatan memelihara atau menjual belikan ikan invasif ini, maka orang tersebut akan dikenakan sanksi kurungan sekaligus denda. Bagi yang memelihara ikan berbahaya, orang tersebut akan dikenai hukuman penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp 1,5 miliar. Sedangkan, yang melepasliarkan ke perairan umum akan dikenai hukuman penjara selama 10 tahun dengan denda Rp 2 miliar.

6. Sebagai Bahan Baku Perhiasan

Dulunya sisik ikan alligator digunakan sebagai bahan baku perhiasan oleh orang Amerika. Perhiasan yang terbuat dari sisik ikan ini biasanya anting, kalung, gelang, dan hiasan kepala. Selain dimanfaatkan sisiknya, tak sedikit juga orang Amerika yang memburu ikan ini untuk diambil dagingnya dan dikonsumsi.

Termasuk spesies berbahaya, ikan aligator dilarang untuk dipelihara apalagi diperjualbelikan. Itulah mengapa pemerintah menerapkan peraturan ketat terkait ikan ini agar tidak ada masyarakat Indonesia tidak menyalahgunakan ikan ini.

Awalnya diterbitkan