Zero waste adalah konsep gaya hidup dengan tujuan meminimalisir terjadinya sampah. Dengan kata lain, orang yang menganut gaya hidup zero waste pasti sebisa mungkin akan memakai benda yang bisa didaur ulang sehingga tidak berakhir di tempat sampah. Zero waste dilakukan dengan harapan mampu mengurangi pencemaran sampah di lingkungan. Nah, tertarik untuk mengusung gaya hidup zero waste?

Permasalahan sampah di Indonesia tidak bisa dianggap sepele. Indonesian Center for Environment Law (ICEL) mencatat bahwa setiap hari negara kita menyumbang 10.660.505 kilogram sampah plastik. Zero waste adalah salah satu solusi sederhana yang dapat mengurangi jumlah sampah plastik atau jenis sampah lainnya.

Sebagai pemula, tentu saja Anda akan merasa kesulitan untuk menerapkan gaya hidup zero waste dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Anda bisa memulainya dengan beberapa langkah berikut ini:

● Tanyakan pada Diri Sendiri Mengapa Harus Melakukan Ini

Apa itu zero waste? Zero waste bisa dimulai dari menolak pemakaian barang-barang yang tidak bisa didaur ulang dan memilih barang yang bisa dipakai kembali. Sebelum melakukan pola hidup ini, sebaiknya tanyakan pada diri sendiri mengenai alasan di balik keterlibatan Anda dalam gerakan zero waste.

Pastikan bahwa Anda memang ingin menganut zero waste untuk menjaga kelestarian lingkungan, bukan hanya ikut-ikutan tren semata. Keinginan yang tulus untuk menjaga kelestarian lingkungan akan menjadi motivasi Anda untuk konsisten menganut zero waste.

● Membawa Tas Sendiri Saat Berbelanja

Salah satu prinsip menjadi zero waste adalah mengurangi sampah plastik atau jenis sampah lainnya. Usaha untuk mendukung prinsip tersebut bisa dimulai dari hal yang sederhana, yakni membawa tas sendiri saat berbelanja.

Sebagaimana yang kita ketahui ritel supermarket modern telah mengenakan biaya tambahan sebesar Rp 200 untuk setiap kantong plastik yang dipakai pengunjungnya. Daripada membayar biaya tambahan, lebih baik Anda membawa tas sendiri saat berbelanja. Tas tersebut bisa dipakai berkali-kali dan tidak harus berakhir di tempat sampah, bukan?

● Menggunakan Barang Reusable

Melakukan zero waste tidak sesulit yang Anda kira, lho. Anda dapat mulai memakai barang reusable alias yang bisa dipakai berkali-kali. Sebagai contoh, sejumlah tempat makan sudah mengurangi pemakaian sedotan. Bawa saja sedotan stainless steel yang bisa dipakai berkali-kali untuk mendukung usaha mengurangi sampah plastik. Contoh lainnya adalah membeli tumbler sendiri untuk diisi dengan air minum. Ketimbang terus menerus membeli air mineral botolan, lebih baik Anda mengisi tumbler tersebut dengan air mineral.

● Memakai Barang yang Bersifat Biodegradable

Mulai gerakan zero waste dengan memilih untuk memakai barang biodegradable atau yang sifatnya mudah terurai. Sampah plastik seperti styrofoam, botol air mineral, dan kantong plastik membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terurai. Solusinya, ganti dengan bahan yang mudah terurai, seperti kertas atau daun. Misalnya, untuk membungkus makanan, hindari penggunaan plastik dan ganti dengan daun. Daun akan lebih mudah terurai oleh tanah dan tidak mencemari tanah dengan zat-zat beracun.

Ketika Anda melakukan zero waste tanpa paksaan, semuanya akan terasa mudah. Pada awalnya, Anda memerlukan waktu untuk beradaptasi, seperti biasanya minum dengan menggunakan sedotan, kini Anda harus minum langsung dari gelasnya atau membawa sedotan sendiri dari rumah. Mungkin akan terasa sedikit merepotkan, tapi mengingat dampak dari kebiasaan sederhana ini membawa perubahan besar bagi lingkungan maka tak ada salahnya jika Anda membiasakan diri untuk melakukannya dengan senang hati.