Mengenal Meong Congkok yang Sering Disangka Anak Macan

Meong congkok atau disebut juga kucing hutan merupakan hewan liar yang saat ini populasinya terancam punah.

Diperbarui

Mengenal Meong Congkok yang Sering Disangka Anak Macan

Apakah Anda pernah mendengar atau menemukan meong congkok? Meong congkok atau disebut juga kucing hutan merupakan hewan liar yang saat ini populasinya terancam punah. Kucing dengan nama ilmiah felis bengalensis ini bisa ditemukan di hutan wilayah Lebak, Banten. Akibat perburuan yang dilakukan oleh masyarakat, hewan ini menjadi salah satu hewan yang hampir punah. Meong congkok menyebar secara luas di berbagai wilayah, terutama di Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Anda bisa menemukan hewan ini di Afganistan, Pakistan, Korea, hingga Cina. Sedangkan, di Indonesia meong congkok tersebar di daerah Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Meong congkok memiliki sebutan yang berbeda di setiap wilayah. Misalnya, masyarakat Jawa menyebut kucing ini dengan blacan, sedangkan orang Sunda menyebutnya meong congkok, terkadang ada juga yang menyebut kucing ini sebagai anak macan. Meong congkok memiliki bentuk yang sama seperti kucing pada umumnya. Bulunya berwarna coklat dengan berat berkisar antara 3 – 7 kg, panjang badan 44,5 - 107 cm, dan panjang ekornya adalah 23 - 44 cm. Corak pada badan seperti bunga mawar, sedangkan ekornya memiliki motif cincin. Adapun fakta menarik yang dimiliki oleh kucing hutan ini, yaitu sebagai berikut :

1.  Corak Meong Congkok Menyerupai Macan

Mengenal Meong Congkok yang Sering Disangka Anak Macan

Tak heran jika banyak yang menyebut meong congkok adalah anak macan, karena memang motifnya mirip seperti macan. Namun pada dasarnya, meong congkok dan macan merupakan dua jenis hewan yang berbeda. Kedua hewan tersebut berasal dari genus yang berbeda. Meong congkok berasal dari genus prionailurus, sedangkan macan dari genus panthera. Meong congkok disebut mirip macan karena dilihat dari coraknya yang memiliki totol-totol hitam seperti pada macan tutul.

2.  Habitat Meong Congkok Hampir Punah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, meong congkok merupakan hewan yang harus dilindungi karena populasinya sudah hampir punah. Habitat meong congkok bisa Anda temukan di hutan tropis, semak-semak, hutan pinus, semi-gurun, wilayah pertanian, sampai wilayah bersalju tipis. Perlu diketahui bahwa hewan ini mampu bertahan hidup hingga di ketinggian 3.000 mdpl.

3.  Termasuk Hewan Yang Dilindungi

Dikarenakan habitatnya sudah hampir punah, maka meong congkok harus dilindungi berdasarkan undang-undang. Hal ini terdapat pada UU No. 5 Tahun 1990 dan Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dimana salah satu ketentuannya adalah “Barang siapa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00”. Oleh sebab itu, meong congkok tersebut harus dibiarkan hidup di habitat asalnya.

4.  Makanannya Hewan Vertebrata Darat Kecil

Meong congkok merupakan salah satu hewan dengan sifat nokturnal, dimana hewan ini lebih banyak beraktivitas di malam hari, hal ini ia lakukan untuk berburu mangsa. Makanan meong congkok adalah hewan vertebrata kecil yang hidup di darat, contohnya tikus, bajing, tupai, serangga, dan berbagai hewan kecil lainnya.

5.  Dikenal Liar Dan Sulit Dijinakan

Meong congkok merupakan hewan liar, maka sudah pasti sulit untuk dijinakkan. Tidak semua orang mampu menjinakkan kucing ini dan prosesnya pun harus dilakukan dengan hati-hati. Meong congkok memiliki sifat yang sensitif, terutama jika ia tak pernah bertemu dengan manusia. Pada saat akan dipegang pun, kucing ini cenderung menghindar seperti ketakutan. Oleh sebab itu, diperlukan trik khusus agar meong congkok bisa jinak. Hal terpenting adalah jangan sampai Anda mengganggu kenyamanannya, karena ia bisa saja menyerang.

Karena meong congkok adalah hewan yang dilindungi oleh negara, ada baiknya jika Anda tidak merusak habitatnya. Sebagai warga negara yang baik, Anda harus melestarikan hewan tersebut agar tidak punah.

Awalnya diterbitkan