Pahami dan Terapkan Gaya Hidup Zero Waste Peduli Lingkungan

Apa itu zero waste? Bagaimana cara menerapkan gaya hidup zero waste untuk melindungi lingkungan? Berikut penjelasannya!

Diperbarui

****Please change alt text

Tren zero waste saat ini tengah digandrungi oleh masyarakat. Pasalnya, masalah lingkungan sering kali terjadi di berbagai tempat. Oleh sebab itu, zero waste menjadi salah satu solusi untuk menyelamatkan lingkungan dari berbagai masalah.Perlu diketahui, bahwa sampah di Indonesia semakin menggunung karena sulit untuk diuraikan. Di samping itu, sebagian besar masyarakat lebih sering menggunakan barang sekali pakai, salah satunya adalah plastik. Plastik cukup sulit diuraikan dan perlu waktu bertahun-tahun agar bisa musnah. Selain itu, pengelolaan sampah yang baik bisa Anda lakukan untuk meminimalisir adanya masalah lingkungan akibat sampah.

Apa Itu Zero Waste?

Zero waste atau disebut juga dengan bebas sampah adalah salah satu gaya hidup yang dilakukan dengan cara mengelola kembali produk-produk yang tidak terpakai untuk mengurangi dampak buruk pada lingkungan. Dengan adanya tren zero waste ini, Anda bisa menghasilkan produk baru yang memiliki nilai jual dari sampah yang tidak terpakai dan sulit diuraikan. Selain itu, zero waste mampu menyelamatkan lingkungan di sekitar Anda karena zero waste ini salah satunya bertujuan untuk melestarikan alam.

Prinsip Zero Waste Lifestyle

NA

Gaya hidup zero waste bisa Anda mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat di lingkungan sekitar. Prinsip zero waste lifestyle yang terkenal adalah gerakan 5R. Prinsip 5R ini pertama kali diperkenalkan oleh Bea Johnson. Lalu, apa saja prinsip 5R tersebut Berikut ini adalah pemaparannya.

1. Refuse (Menolak), maksudnya adalah Anda bisa menolak pemakaian produk yang tidak diperlukan. Misalnya, kurangi penggunaan kantong plastik pada saat berbelanja. Anda bisa menggantinya dengan tas belanja atau goody bag yang dibawa dari rumah.

2. Reduce (Mengurangi), maksudnya Anda bisa menghindari penggunaan atau pembelian produk yang banyak menghasilkan sampah karena hanya bisa digunakan satu kali saja.

3. Reuse (Gunakan kembali), maksudnya Anda bisa menggunakan kembali peralatan yang masih berfungsi dengan baik secara berulang-ulang.

4. Recycle (Daur ulang), maksudnya meskipun produk tersebut hanya bisa digunakan satu kali, namun Anda bisa mendaur ulangnya menjadi suatu kerajinanyang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

5. Rot (Membusukkan), maksudnya Anda bisa memanfaatkan sampah organik menjadi sebuah pupuk untuk tanaman. Pupuk dari sampah organik dinilai baik untuk pertumbuhan tanaman agar lebih subur dan terawat.

Daur Ulang Saja Tidak Cukup Dalam Tren Zero Waste

Meminimalisir sampah untuk tujuan zero waste ternyata tidak cukup dengan daur ulang saja. Hal ini dipengaruhi dengan kemampuan masyarakat Indonesia yang masih kurang dalam mendaur ulang sampah. Hanya segelintir orang saja yang mampu melakukan recycle dengan baik. Dalam prinsip-prinsip di atas, masih ada empat poin penting yang harus dilakukan selain daur ulang, yaitu menolak, mengurangi, menggunakan kembali, dan membusukkan. Selain itu, pengelolaan sampah yang baik dan tepat bisa membantu Anda dalam menerapkan gaya hidup zero waste.

Mulai Dari Diri Sendiri Kemudian Ajak Orang Terdekat

Untuk membiasakan gaya hidup zero waste, Anda perlu memulainya dari diri sendiri. Anda tak perlu risih dengan anggapan orang-orang di sekitar Anda yang selalu memungut barang-barang bekas. Hal ini justru menjadi peluang bagi Anda untukmengajak orang lain untuk menerapkan gaya hidup zero waste. Berikan pemahaman dan dampak positif mengenai zero waste pada orang lain, sehingga mereka pun tergugah untuk bekerja sama dalam melestarikan lingkungan dari sampah.

Pastikan zero waste menjadi kebiasaan Anda dalam menjaga lingkungan. Karena manfaatnya sangat banyak dan bisa menjadi peluang bagi Anda untuk berbisnis sekaligus berbondong-bondong untuk melestarikan lingkungan yang sehat, terbebas dari sampah, dan nyaman.

Awalnya diterbitkan