Kloset Duduk VS Kloset Jongkok, Mana yang Lebih Baik?

Antara kloset duduk dan kloset jongkok, kira-kira yang mana yang lebih baik? Untuk tahu lebih jelasnya, Anda perlu menyimak penjelasan berikut ini!

Diperbarui

****Please change alt text

Masyarakat sudah tidak asing lagi dengan keberadaan kloset duduk. Sebab, sekarang sudah banyak toilet yang menggunakan kloset jenis ini. Sebenarnya, bila dibandingkan dengan kloset jongkok, manakah yang lebih sehat? Berikut ini penjelasan yang perlu Anda simak!

1. Kelebihan dan Kekurangan Kloset Duduk

Karena keberadaannya yang sudah tidak asing lagi, masyarakat pun sudah mulai merasa nyaman saat menggunakan kloset duduk dibandingkan dengan kloset jongkok. Tetapi jangan salah, menggunakan kloset duduk juga ada kelebihan dan kekurangan yang akan dijelaskan di bawah ini! Kelebihan Berikut ini ada beberapa kelebihan dari kloset duduk yang bisa Anda pertimbangkan jika ingin menggunakannya di kamar mandi Anda:

● Desain yang Modern

NA

Dari segi desain, kloset duduk jelas lebih unggul dibandingkan dengan kloset jongkok. Bila Anda penyuka desain yang modern dan mengutamakan kenyamanan, maka kloset ini bisa menjadi pilihan untuk dipasang di toilet rumah Anda.

● Nyaman Digunakan dalam Kondisi Tertentu

Selain memiliki desain yang modern, kloset duduk pun lebih nyaman digunakan bagi orang-orang dengan kondisi tertentu. Diantaranya cocok bagi lansia serta. wanita yang tengah hamil besar sehingga kesulitan untuk berjongkok. Bagi orang yang mengalami masalah cedera lutut atau tidak kuat berjongkok, kloset ini akan lebih memudahkan mereka saat menggunakan toilet.

Kekurangan

Jangan dulu terburu-buru memilih kloset duduk sebelum Anda mengetahui kekurangan dari benda ini. Apa saja kekurangannya?

● Harga yang Mahal

Salah satu kekurangan kloset duduk ialah harganya yang lebih mahal dibandingkan dengan kloset jongkok. Harga closet duduk ada dikisaran Rp. 1.000.000 sampai Rp. 2.000.000. Bahkan ada juga kloset jenis ini dengan harga di atas Rp. 2.000.000 tergantung dari model, desain, dan fitur yang ditawarkan.

● Memicu Wasir

Banyak penelitian yang dilakukan oleh ahli kesehatan atau medis yang menyebutkan bahwa menggunakan kloset duduk dapat memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya ialah wasir. Bila menggunakan kloset ini, Anda memerlukan usaha ekstra saat buang air besar (BAB) menggunakan kloset duduk daripada kloset jongkok. Padahal, menurut ahli medis terlalu keras mengejan atau duduk terlalu lama di toilet berdampak buruk pada kesehatan. Wasir sendiri disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah di anus serta rectum bawah yang meradang dan bengkak. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja meskipun umumnya lebih sering menyerang orang dewasa berusia 50 tahunan.

● Penyebab Konstipasi

National Institutes of Health mengatakan bahwa konstipasi merupakan kondisi buang air besar yang tidak rutin atau terjadi kurang dari tiga kali seminggu. Satu penyebab di antaranya adalah, kebiasaan BAB sambil duduk sehingga membuat anus dan usus tidak berada dalam satu jalur lurus. Itulah mengapa Anda membutuhkan usaha ekstra untuk mengejan saat BAB menggunakan kloset duduk.

● Infeksi Saluran Kencing

Sama halnya saat buang air besar, buang air kecil pun bisa tertahan atau tidak keluar sepenuhnya bila dilakukan dalam posisi duduk. Hal ini memicu infeksi saluran kencing karena saluran kemih yang tidak bersih dari urin. Oleh karena itu, khusus untuk wanita, buang air kecil sebaiknya dilakukan dalam posisi jongkok sehingga aliran urin lebih kencang dan dapat dengan mudah dikeluarkan.

● Memicu Gangguan Usus Besar

Usus besar Anda berada dalam kondisi sehat bila feses dikeluarkan secara tuntas. Sebaliknya, sisa feses akan tertimbun dalam kolon bila tidak dikeluarkan secara sempurna karena posisi BAB yang tidak tepat. Timbunan sisa feses dalam kolon pada akhirnya akan memicu berbagai penyakit, salah satunya kanker kolon. Masalah lain yang akan ditimbulkan yaitu usus besar tidak mampu menyerap semua nutrisi makanan yang dikonsumsi karena timbunan kotoran tersebut.

● Gangguan Otot Panggul

Menurut penelitian dari Kaiser Permanente tahun 2008 lalu, 1/3 wanita mengaku mengalami gangguan pelvis. Seiring bertambahnya berat badan, usia, dan pasca melahirkan, risiko mengalami gangguan ini akan terus meningkat. Sebenarnya gangguan pelvis bukan hanya diderita oleh wanita saja, tapi kaum pria juga berisiko mengalami gangguan ini. Disunting dari laporan National Health and Nutrition Examination Survey, 1 dari 5 pria berusia 60-an terkena gangguan pelvis. Ditilik dari penyebabnya, gangguan otot panggul terjadi apabila ada otot dan saraf yang rusak atau melemah karena posisi buang air yang lebih sering dalam posisi duduk. Untuk mencegah gangguan ini, sebaiknya Anda buang air dalam posisi jongkok.

● Tidak Higienis

Siapa sangka menggunakan kloset duduk ternyata tidak begitu higienis? Ini dikarenakan adanya kontak langsung antara kulit dengan permukaan kloset yang biasanya menjadi sarang berbagai bakteri seperti Shigella dan E.coli. Oleh karena itu, permukaan toilet yang tidak higienis bisa menyebabkan Anda terkena virus hepatitis A, diare karena rotavirus, flu, hingga masalah kulit.

2. Kelebihan dan Kekurangan Kloset Jongkok

NA

Anda sudah tahu apa saja kelebihan dan kekurangan kloset duduk secara garis besar. Saatnya Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan yang akan Anda dapatkan saat menggunakan kloset jongkok. Di antaranya:

Kelebihan

Kloset jongkok juga memiliki kelebihan yang patut Anda perhitungkan. Ingin tahu apa saja kelebihan tersebut? Simak penjelasan di bawah ini!

● Harga yang Lebih Terjangkau

Dari segi harga, jelas kloset jongkok lebih murah dibandingkan kloset duduk. Harga kloset jongkok biasanya di bawah satu juta rupiah. Sebaliknya, ada yang di bawah Rp. 300.000. Wajar saja karena model kloset ini lebih sederhana dan kuno dibandingkan dengan toilet duduk yang lebih modern dan kekinian.

● Lebih Higienis

Kelebihan lain dari kloset jongkok yaitu lebih higienis. Saat menggunakan kloset duduk, kulit kita akan mengalami kontak langsung dengan kloset, berbeda dengan kloset jongkok yang tidak memerlukan kontak langsung dengan kulit. Oleh karena itu, penggunaan kloset jenis ini dianggap lebih higienis.

● Disarankan oleh Ahli Kesehatan

Kelebihan utama dari kloset jongkok yakni banyak dokter yang merekomendasikan penggunaan kloset jenis ini daripada kloset duduk. Mereka memaparkan bahwa closet jongkok jauh lebih sehat. Misalnya, membantu mempercepat dan memperlancar proses BAB, mengurangi resiko mengejan berlebihan, menghindari serta menyembuhkan wasir, dan masih banyak lagi efek positif yang bisa didapat dengan penggunaan kloset ini dari segi kesehatan. Menggunakan kloset jenis ini juga dapat melatih otot dan kekuatan kaki serta melatih otot dasar panggul. Itulah sebabnya para dokter lebih menyarankan penggunaan kloset jongkok daripada closet duduk.

● Baik untuk Ibu Hamil

Meskipun kloset duduk lebih memudahkan ibu hamil saat buang air, kloset jongkok lebih disarankan karena posisi ini tidak akan terlalu menekan rahim. Selain itu, banyak jongkok menjelang persalinan dapat membantu memperlancar proses persalinan secara normal.

● Menghindari Gangguan Ginekologi

Masalah kesehatan lain yang dapat dihindari dengan posisi BAB jongkok ialah histerektomi, rektokel, uterine fibroid (pertumbuhan sel abnormal di rahim), panggul turun, dan endometriosis.

● Mencegah Penyakit Crohn, Apendisitis, dan Kolitis

Jika BAB dilakukan dengan posisi yang benar, maka tidak akan ada lagi masalah feses yang tertinggal di bagian kolon atau disebut stagnasi fecal. Dengan begitu, bakteri pun tidak akan berkembang biak dan menginfeksi jaringan otot yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kolitis, crohn, dan apendisitis.

Kekurangan

NA

Dari segi kesehatan, kloset jongkok boleh lebih unggul dari kloset duduk. Akan tetapi, ada beberapa hal yang menjadi kekurangan dari jenis toilet ini. Misalnya:

● Desain yang Kuno

Bagi orang yang memiliki selera modern, toilet jongkok mungkin bukanlah suatu pilihan. Desainnya terlalu sederhana dan kuno bila dibandingkan dengan kloset duduk yang jauh lebih modern.

● Kurang Nyaman

Saat BAB, tidak jarang orang yang mengeluhkan nyeri pada paha dan tumit setelah menggunakan kloset jongkok. Hal ini akan membuat pengguna merasa tidak nyaman saat buang air, khususnya bagi mereka yang belum terbiasa dengan posisi jongkok. Kloset ini juga akan menjadi tidak nyaman untuk digunakan bila Anda memiliki masalah pada pergelangan kaki seperti keseleo, radang sendi, tendinitis, atau patah tulang. Karena berbagai masalah inilah penggunaan toilet jongkok akan lebih dihindari.

3. Saran Dokter

Penelitian kesehatan telah mengungkap bahwa penggunaan kloset jongkok dapat menghindarkan diri dari masalah kesehatan bila dibandingkan dengan kloset duduk. Tidak jarang dokter pun menyarankan pasien mereka untuk BAB dengan posisi jongkok sebagai upaya mengatasi masalah usus yang sering dialami. Bahkan beberapa ahli juga berpendapat bahwa penyakit pencernaan diawali dengan kebiasan menggunakan kloset duduk.

Masalah diawali dengan sulit buang air besar yang mengharuskan seseorang untuk mengejan dengan tenaga ekstra. Hal ini dapat merambat ke berbagai masalah kesehatan yang telah disebutkan sebelumnya.

Melalui jurnal Gastroenterology, Henry L. Bockus mengungkap bahwa posisi ideal untuk BAB ialah dengan berjongkok dan posisi paha tertekuk pada perut. Dengan begitu, kapasitas rongga perut akan sangat berkurang sedangkan tekanan intra-abdomen akan meningkat sehingga dapat membantu proses pengeluaran feses lebih cepat.

4. Tips Jika di Rumah sudah Terpasang Kloset Duduk

Bukan masalah bila Anda masih belum memutuskan kloset mana yang akan Anda pilih, tetapi bagaimana bila Anda terlanjur memiliki kloset duduk yang ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan? Apakah Anda perlu membongkar kloset tersebut dan menggantinya dengan kloset jongkok? Sebenarnya, Anda tidak perlu repot-repot membongkarnya dan mengganti kloset duduk dengan kloset jongkok. Ada solusi jitu yang tidak akan merepotkan Anda, yaitu dengan menggunakan kursi dingklik yang diletakan di bawah kaki saat buang air.

NA

Jika kaki lebih tinggi dari anus, maka tubuh akan nampak seperti berjongkok. Trik ini dapat membantu melemaskan otot-otot yang kaku dan memperlancar proses keluarnya feses dari anus karena salurannya tidak terganggu dan tertekuk. Solusi ini tentu tidak akan memerlukan pembongkaran pada kloset duduk yang telah terpasang di kamar mandi Anda.

Nah, Anda sudah mengenal kelebihan dan kekurangan dari kloset duduk maupun kloset jongkok. Lantas jenis mana yang pada akhirnya akan Anda pilih? Apapun jenis toilet yang Anda pilih, pastikan membersihkannya secara rutin. Khusus untuk closet duduk, Anda perlu menjaga agar tetap bersih dan higienis karena kulit Anda mengalami kontak langsung dengan kloset tersebut.

Satu hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan kloset duduk yaitu dengan membersihkannya menggunakan cairan khusus seperti Vixal Pembersih Toilet Orange yang mampu membersihkan berbagai kotoran, noda, dan kerak di kamar mandi dan kloset Anda. Aromanya juga memberikan keharuman dan kesegaran tersendiri di kamar mandi. Jadi, selain terjaga kebersihannya, kamar mandi dan kloset Anda pun akan bebas dari kotoran, bakteri, dan noda mengganggu.

Awalnya diterbitkan