Mengenal Pakaian Adat Sunda untuk Semua Kalangan

Yuk, kenali lebih jauh mengenai berbagai macam pakaian adat Suku Sunda agar kita tidak salah memilih bajunya untuk berbagai keperluan.

Diperbarui

Mengenal Pakaian Adat Sunda untuk Semua Kalangan

Negara Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Setiap suku pasti memiliki pakaian adat, senjata tradisional, makanan khas, dan kebudayaan masing-masing. Satu dari banyaknya suku di Pulau Jawa yang populasinya cukup banyak tersebar adalah Sunda. Nah, kali ini kita akan membahas seputar pakaian adat Suku Sunda yang ternyata terdiri dari berbagai jenis. Pakaian adat Sunda ternyata dibedakan menurut kalangan penggunanya. Agar bisa membedakan pakaian adat Suku Sunda, kenali jenis-jenisnya berikut ini!

Sejarah Pakaian Adat Sunda

Bagaimana gaya hidup Anda saat pandemi mempengaruhi variasi noda kotor di baju Anda?

Mengenal Pakaian Adat Sunda Untuk Semua Kalangan

Setiap suku di Indonesia pasti memiliki lebih dari satu jenis pakaian adat. Ada suku yang membedakan pakaian adat berdasarkan acara yang akan dihadiri, tetapi ada pula suku yang membedakan pakaian adat berdasarkan kasta penggunanya.

Sunda adalah suku yang membedakan pakaian adat berdasarkan kasta. Tak tanggung-tanggung, Anda bisa menemukan pakaian adat dari kalangan masyarakat biasa sampai dengan bangsawan di Suku Sunda ini.

Jenis pakaian adat Suku Sunda yang dibedakan berdasarkan kasta ini tidak bermaksud menghina kalangan masyarakat biasa atau memicu kecemburuan sosial antar masyarakat, tetapi memang pembedaan pakaian adat ini sudah diwariskan secara turun temurun.

Sampai saat ini, pakaian adat Sunda masih sering dipakai dan dilestarikan. Di setiap acara adat, seperti pernikahan, pakaian adat tetap dipakai oleh sebagian besar masyarakat berdarah Sunda. Bahkan, di beberapa acara kenegaraan atau pesta rakyat di Jawa Barat, pakaian adat Suku Sunda masih sering dipakai.

Jenis Pakaian Adat Suku Sunda

Pakaian adat Sunda tak hanya dibedakan berdasarkan kasta penggunanya saja, tapi ada juga pakaian yang dibedakan berdasarkan acaranya, seperti pakaian pengantin atau untuk menghadiri acara resmi. Agar Anda tidak bingung membedakan pakaian adat Sunda, berikut adalah penjelasan mengenai setiap jenis pakaian adat Suku Sunda.

1. Pakaian Adat Sunda Untuk Rakyat Biasa

Mengenal Pakaian Adat Sunda Untuk Semua Kalangan

Pakaian adat yang dipakai oleh Suku Sunda kalangan rakyat biasa tergolong sederhana dan tidak banyak menggunakan aksesoris yang meriah. Di zaman dahulu, pakaian adat untuk rakyat biasa ini banyak digunakan oleh para petani atau pekerja di kalangan menengah ke bawah.

  • Pakaian Adat untuk Laki-laki

    Baju adat untuk pria Sunda di kalangan rakyat biasa disebut dengan salontreng. Pakaian ini nampak seperti baju kain berwarna gelap dengan sarung sederhana yang biasa dililitkan menyilang di bahu. Sementara untuk bawahannya dinamakan celana pangsi atau komprang yang merupakan celana kain besar yang tidak ketat di kaki.

    Ketika mengenakan pakaian adat ini, para pria bisa menambahkan beberapa aksesoris lainnya, seperti logen (ikat kepala) dengan model Barambang Semplak atau Hanjuang Nangtung. Alas kaki yang dipakai terbuat dari kayu, namanya tarumpah.

  • Pakaian Adat untuk Perempuan

    Wanita Sunda dari kalangan rakyat biasa menggunakan kain batik panjang yang biasa disebut sebagai sarung kebat. Nama lain dari bawahan untuk pakaian adat ini adalah sinjang bundel yang merupakan rok yang dipakai sampai betis. Untuk atasannya, para wanita mengenakan kebaya yang dilengkapi selendang batik dengan beubeur (sejenis ikat pinggang).

    Tak ada aksesoris mencolok yang dipadukan dengan pakaian adat Sunda khusus wanita ini. Namun, untuk alas kakinya biasanya menggunakan sandal jepit keteplek.

2. Pakaian Adat Sunda Untuk Kalangan Menengah

Selanjutnya, ada pakaian adat Sunda untuk kalangan menengah ke atas. Jika dibandingkan dengan pakaian ada untuk kalangan rakyat biasa, tentu saja terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara keduanya. Pakaian adat untuk kalangan menengah terlihat lebih modis, rapi, dan elegan walaupun tidak terlalu semarak.

Penggunakan pakaian adat untuk strata sosial menengah ini biasanya berasal dari para pedagang, pengusaha, atau orang-orang yang menempuh pendidikan cukup tinggi pada zaman dulu.

  • Pakaian Adat untuk Laki-laki

    Baju adat untuk pria dari kalangan menengah berupa jas berwarna putih yang dikenal dengan nama bedahan. Sementara untuk bawahannya, ada kain kebat yang disarungkan, lengkap dengan tambahan aksesoris kepala berupa bengker.

    Untuk mempertegas kesan penampilan masyarakat dari kalangan menengah ke atas, para pria juga dianjurkan untuk memakai aksesoris berupa arloji dengan rantai keemasan yang nantinya digantungkan di saku.

  • Pakaian Adat untuk Perempuan

    Para istri dari pria yang berprofesi pedagang atau pengusaha juga wajib memakai pakaian adat Sunda untuk kalangan menengah ini. Yang membedakan antara pakaian adat wanita dari rakyat biasa dan kalangan menengah adalah pilihan warna kebayanya. Perempuan dari kalangan menengah bisa memakai kebaya dengan warna apapun, termasuk warna yang terang. Sementara bawahannya juga memakai kain kebat sebagai rok panjang.

    Kaum hawa yang mengenakan pakaian adat untuk kalangan menengah ini rambutnya ditata dengan model sanggul. Tak lupa ada aksesoris tambahan berupa ikat pinggang dan selendang dengan warna senada. Alas kaki yang dipakai umumnya adalah selop. Bahkan, para wanita di kalangan menengah diperbolehkan memakai perhiasan tambahan, seperti anting, kalung, gelang, maupun cincin.

3. Pakaian Adat Sunda Untuk Kalangan Bangsawan

Bangsawan dianggap sebagai strata sosial paling atas di Suku Sunda. Jadi, sudah bisa dipastikan bahwa pakaian adanya pun terlihat lebih mewah dan elegan dibanding pakaian adat untuk rakyat biasa maupun menengah. Sampai dengan saat ini, pakaian adat Sunda untuk kaum bangsawan masih banyak dipakai meskipun penggunanya sendiri mungkin bukan berasal dari kalangan bangsawan.

  • Pakaian Adat untuk Laki-laki

    Atasan yang dipakai sebagai pakaian adat Sunda kalangan bangsawan berupa jas yang terbuat dari bahan beludru hitam dengan sulaman benang emas di bagian ujung lengan. Untuk mengimbangi atasannya, para pria juga memakai bawahan berupa celana panjang dengan motif, bahan, dan warna serupa dengan atasannya ditambah dengan sabuk emas.

    Aksesoris tambahan untuk para pria bangsawan berupa penutup kepala yang dinamakan bendo. Mereka juga bisa menambahkan arloji emas berantai yang digantung pada bagian saku.

  • Pakaian Adat untuk Wanita

    Sama seperti pria, pakaian adat Sunda khusus bangsawan yang dipakai oleh wanita juga berasal dari bahan beludru berwarna hitam. Hanya saja, bentuknya dibuat seperti kebaya. Ada juga tambahan mute atau manik-manik pada kebaya ini. Kain kebat juga masih dipakai sebagai bawahan pakaian adat ini.

    Alas kaki yang dipakai oleh wanita bangsawan berupa selop yang bahannya juga dari beludru hitam. Tambahan aksesoris lainnya bisa berupa sanggul rambut lengkap dengan tusuk kondenya, giwang, maupun bros. Perhiasan yang dipakai ini bisa berasal dari emas maupun berlian.

4. Pakaian Adat untuk Pengantin

Mengenal Pakaian Adat Sunda Untuk Semua Kalangan

Dari sekian banyak pakaian adat Suku Sunda, jenis pakaian yang inilah yang masih sering dipakai sampai dengan saat ini. Ya, apalagi jika bukan pakaian pengantin. Akan tetapi, pakaian adat untuk pengantin Sunda ini sudah melewati berbagai tahapan modifikasi agar terlihat modern dan mengikuti perkembangan zaman.

  • Baju Pengantin untuk Wanita

    Baju adat pengantin untuk wanita Sunda terinspirasi dari busana yang dipakai oleh putri-putri Kerajaan Sunda di masa lampau. Baju pengantinnya berupa kebaya brokat dengan warna krem, kuning, atau putih. Untuk bawahannya menggunakan batik kebat Lereng Eneng Prada.

    Aksesoris tambahan untuk menunjang baju pengantin untuk wanita Sunda ini adalah mahkota perhiasan bernama siger. Siger memiliki makna kehormatan dan sifat bijaksana. Tambahan perhiasan lainnya bisa berupa gelang, cincin permata, dan 2 kalung  (pendek dan panjang) yang dipakai bersamaan.

  • Baju Pengantin untuk Pria

    Sementara untuk pria menggunakan baju adat pengantin yang bernama Jas Buka Prangwedana dengan warna senada dengan kebaya pengantin wanita. Bawahan yang digunakan merupakan kain batik yang motif dan warnanya terlihat serasi dengan warna baju atasannya.

    Satu yang tak boleh dilewatkan oleh pengantin pria yang sudah mengenakan pakaian pengantin Suku Sunda adalah bendo, penutup kepala yang berhiaskan batu permata. Di bagian bawah juga diberi tambahan boro sarangka, kantong atau tempat yang dipakai untuk menyimpan keris.

5. Pakaian Adat untuk Acara Resmi

Tak hanya menyediakan pakaian untuk pengantin saja, Suku Sunda juga memiliki pakaian adat yang biasa dipakai untuk menghadiri acara resmi. Jika dilihat sepintas, pakaian adat untuk acara resmi memang nampak sama dengan pakaian ada khusus bangsawan.

  • Pakaian Adat untuk Laki-laki

    Pakaian adat acara resmi untuk para pria mengenakan atasan seperti jas beludru yang dikenakan oleh para bangsawan. Sementara itu, bagian bawahnya diberi celana panjang yang selaras dengan warna atasannya.

    Aksesoris tambahan yang dipakai berupa kain samping di pinggang dan bendo yang dipakai sebagai penutup kepala. Tak lupa juga untuk menyematkan arloji emas berantai pada bagian saku atasannya untuk membuat penampilan semakin rapi dan gagah.

  • Pakaian Adat untuk Wanita

    Bagi wanita yang ingin menggunakan pakaian adat Sunda untuk acara resmi, pakaian yang dipilih tergolong cukup sederhana dan tidak terlalu mencolok, yakni berupa kebaya warna polos dengan sulaman. Bagian bawahnya mengenakan kain bebat.

    Untuk membuat penampilan jadi semakin anggun, ada juga aksesoris tambahan berupa beubeur, kamisol untuk pakaian bagian dalam, selendong yang warnanya juga harus diselaraskan dengan warna kebayanya. Boleh juga memakai perhiasan untuk semakin menunjang penampilanmu.

Sama seperti pakaian adat pengantin, pakaian adat Sunda untuk acara resmi ini juga masih bisa dilihat sampai sekarang. Di beberapa acara yang mengangkat tentang kebudayaan Sunda pakaian adat ini sangat sering dipakai. Jadi, Anda pasti pernah melihatnya ketika menyaksikan pemilihan Perjaka dan Gadis.

Kesimpulannya, Sunda memiliki beberapa jenis pakaian adat yang memang bisa disesuaikan dengan strata sosial maupun acara yang hendak dihadari. Namun, dewasa ini pengaruh strata sosial dalam memilih pakaian adat memang sudah tidak diperlukan lagi. Setiap orang bebas menggunakan pakaian Sunda jenis apapun asalkan dipakai di waktu yang tepat.

Nah, demikian informasi mengenai pakaian adat Suku Sunda yang wajib kamu ketahui. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda mengenai pakaian adat dari Suku Sunda. Yang pasti, kita harus berbangga hati menjadi salah satu suku bangsa Indonesia. Mengingat Indonesia mempunyai banyak suku, tentu saja jumlah pakaian adat dan kebudayaannya pun sangat beragam.

Awalnya diterbitkan