Alat Kebersihan Rumah Juga Harus Bersih, Yuk Ketahui Cara Merawatnya!

Rumah bersih menjadi hal yang penting diperhatikan untuk memelihara kesehatan anggota keluarga. Untuk menciptakan kondisi rumah yang selalu bersih dan sehat, ada baiknya Anda juga selalu memperhatikan perawatan alat kebersihan rumah.

Diperbarui

Cara merawat berbagai macam alat kebersihan rumah

Rumah bersih menjadi hal yang penting diperhatikan untuk memelihara kesehatan anggota keluarga. Untuk menciptakan kondisi rumah yang selalu bersih dan sehat, ada baiknya Anda juga selalu memperhatikan perawatan alat kebersihan rumah. Terdapat macam-macam alat kebersihan yang biasa digunakan setiap hari, mulai dari sapu, kain pel, kemoceng, dsb. Jika Anda tidak memperhatikan kebersihan alat-alat ini, bukan tidak mungkin ruangan-ruangan di rumah Anda akan terkontaminasi kuman dan bakteri yang bersarang di alat kebersihan. Untuk itu, yuk cari tahu alasan pentingnya menjaga alat kebersihan rumah tangga sekaligus tips efektif untuk membersihkan dan merawatnya.

Mengapa Merawat Alat Kebersihan Rumah Tangga Itu Penting?

Banyak orang menginginkan hunian yang bersih dan sehat, namun masih lalai memperhatikan kondisi alat kebersihan rumah yang digunakan sehari-hari. Padahal, alat kebersihan yang kotor justru bisa menjadi sarang penyakit dan dapat mengontaminasi ruangan-ruangan di rumah Anda. Ini dia alasan mengapa menjaga alat kebersihan rumah penting untuk dilakukan:

1. Alat Kebersihan yang Kotor Dapat Membawa Bakteri

Ketika alat kebersihan berada dalam kondisi kotor, semua bakteri, virus, dan kotoran yang ada akan kembali lagi masuk dan menyebar di dalam rumah. Hal ini dapat menyebabkan anggota keluarga, terutama anak-anak, menjadi lebih mudah sakit. Kain pel yang tidak dicuci dengan benar misalnya, akan ditumbuhi bakteri dan kuman. Ketika Anda menggunakannya kembali untuk mengepel lantai, bakteri-bakteri tersebut akan menempel kembali. Aktivitas bersih-bersih yang Anda lakukan pun akan terasa sia-sia belaka. Meski sekilas kondisi lantai mungkin tampak bersih, kuman yang ada di atasnya justru masih bisa tumbuh dan berkembang biak.

2. Waktu Bersih-bersih Akan Menjadi Semakin Efektif

Alat kebersihan yang kotor dapat menyebabkan aktivitas bersih-bersih menjadi tidak efektif. Jika kemoceng tidak dibersihkan misalnya, debu yang ada akan kembali menempel di alat rumah tangga. Hal ini dapat menyebabkan kotoran tidak tersapu secara sempurna. Sebaliknya, jika alat kebersihan berada dalam kondisi bersih, tentu segala sudut rumah turut bisa dibersihkan secara maksimal. Waktu dan tenaga yang sudah Anda keluarkan pun dapat terbayar dengan manis.

3. Alat Kebersihan Rumah Tangga Menjadi Lebih Awet

Harus berkali-kali membeli macam-macam alat kebersihan karena rusak memang sangat menyebalkan. Padahal, tanpa disadari, salah satu penyebab peralatan kebersihan tersebut mudah rusak terkadang tak lepas dari kelalaian Anda sendiri. Tak hanya berpotensi menyebarkan kuman atau penyakit, alat kebersihan yang tidak dirawat juga membuatnya mudah rusak. Sebagai contoh, jika Anda tidak pernah mencuci sapu, ijuk-ijuk yang menempel akan lebih mudah rontok. Alhasil, sapu pun akan menjadi lebih cepat tipis. Begitu pula dengan spons cuci piring yang tidak pernah dibersihkan, akan lebih mudah kempis dan menyusut sehingga tidak dapat lagi digunakan. Dengan selalu merawat kondisi alat kebersihan rumah, Anda secara tak langsung juga dapat menekan budget untuk membeli alat-alat baru.

Tips Merawat Macam-macam Alat Kebersihan Rumah

Cara merawat berbagai macam alat kebersihan rumah

Alat kebersihan rumah juga harus dibersihkan secara berkala untuk menjaga kondisinya tetap bersih. Karena dibuat dari bahan yang berbeda-beda, masing-masing alat kebersihan rumah tangga memerlukan langkah perawatan yang berbeda pula. Berikut ini macam-macam alat kebersihan dan cara efektif membersihkannya.

1. Sapu Ijuk

Sapu ijuk merupakan salah satu alat pembersih yang wajib dimiliki semua rumah tangga. Untuk menjaga kualitasnya, sebaiknya selalu pisahkan sapu ijuk yang akan digunakan di dalam rumah dengan yang digunakan menyapu bagian luar. Hal ini akan membantu Anda lebih mudah untuk membersihkan dan merawatnya. Salah satu tanda sapu ijuk yang Anda miliki sudah waktunya dicuci adalah saat Anda menemukan debu dan kotoran mulai banyak menumpuk di bagian ujung sapu. Biasanya, bagian ujung sapu memang paling mudah ditempeli kotoran seperti rambut atau debu. Gunakan sarung tangan plastik untuk mencabuti kotoran-kotoran tersebut secara langsung.

Selain itu, Anda juga dapat membersihkan sapu ijuk dengan cara merendamnya dalam air hangat yang dicampur deterjen. Hal ini berguna untuk membunuh kuman dan bakteri yang menempel pada sapu. Selanjutnya, jemur sapu hingga kering dengan posisi terbalik agar ujung sapu tidak membengkok atau menekuk. Setelah sapu ijuk kering, simpan sapu dengan kondisi tetap terbalik. Namun perlu diingat, bahwa mencuci sapu sebaiknya hanya dilakukan 1-2 bulan sekali agar tidak membuat ijuk mudah rontok.

2. Sapu Lidi

Sapu lidi merupakan alat kebersihan rumah yang biasanya digunakan untuk membersihkan bagian halaman, kebun, atau jalan raya. Berbeda dengan sapu ijuk, membersihkan sapu lidi dapat dikatakan lebih mudah karena Anda hanya perlu mencucinya dengan air mengalir. Tepuk-tepukkan sapu di lantai cuci untuk mempermudah merontokkan kotoran yang ada. Setelah itu, Anda bisa menjemurnya di bawah sinar matahari langsung hingga tidak ada lagi air yang tersisa. Jangan biarkan sapu menjadi lembap karena akan membuat jamur lebih mudah tumbuh. Anda disarankan untuk mencuci sapu ijuk setidaknya setelah 2-3 kali pemakaian.

3. Kain Pel

Kain pel harus selalu dicuci ketika selesai digunakan. Hal ini dikarenakan kain pel umumnya digunakan untuk ‘menutup’ rangkaian aktivitas bersih-bersih. Dengan kata lain, segala bentuk debu dan kuman yang tersisa di lantai akan sangat mudah menempel pada serat-serat kain. Jika tidak sering dicuci, hal ini akan menyebabkan kain pel menjadi berjamur dan penuh bakteri.

Cara membersihkan kain pel tidak jauh berbeda dengan mencuci kain biasa, yaitu dengan menggunakan air yang dicampur deterjen. Masukkan kain pel ke dalam larutan deterjen dan air, kemudian kucek dan bilas hingga tidak ada sisa sabun yang tersisa. Untuk menjaga kain pel agar lebih bebas bakteri, Anda juga sebaiknya selalu mengepel lantai menggunakan cairan desinfektan yang efektif membunuh kuman seperti Wipol Pembersih Lantai Karbol Cemara. Tak hanya efektif membunuh kuman di lantai, penggunaan cairan desinfektan ini juga berguna menjaga kondisi kain pel lebih terbebas dari kontaminasi kuman. Hasilnya, perlindungan terhadap keluarga pun bisa didapatkan dengan semakin maksimal. Meski sudah rutin membersihkannya, Anda tetap disarankan mengganti kain pel setidaknya 2-3 bulan sekali.

4. Kemoceng

Kemoceng biasanya terbuat dari bulu ayam atau bisa juga terbuat dari plastik. Sebagai salah satu alat kebersihan rumah, kemoceng umumnya digunakan untuk membersihkan debu-debu di bagian permukaan benda selain lantai, misalnya di meja, jendela, dsb. Untuk membersihkan kemoceng, Anda hanya perlu mengibas-ibaskannya setiap selesai digunakan. Hal ini bertujuan untuk membuat debu-debu yang menempel bisa rontok. Hindari untuk memukulkan kemoceng di permukaan benda karena akan membuatnya cepat rusak atau patah. Agar kondisinya selalu terjaga, biasakan untuk selalu membungkus kembali kemoceng dengan plastik selama tidak digunakan.

5. Sikat Toilet

Untuk membersihkan toilet dan kamar mandi, sikat toilet menjadi salah satu alat kebersihan yang paling diandalkan. Fungsinya yang langsung berhubungan dengan toilet menyebabkan bakteri dan virus lebih mudah menyebar pada peralatan satu ini. Untuk menghindari penyebaran bakteri dan virus, Anda perlu membersihkannya secara rutin. Cara yang bisa dilakukan untuk membersihkannya adalah merendam sikat ke dalam air panas yang telah dicampur dengan cuka dan cairan desinfektan seperti Wipol Pembersih Lantai Karbol Lemon. Tak hanya efektif membunuh kuman di bulu sikat, keharuman lemon yang dihadirkan akan membuat alat kebersihan toilet Anda tetap wangi meski digunakan untuk menjangkau tempat-tempat kotor. Rendam sikat selama beberapa saat, kemudian cuci menggunakan air bersih yang mengalir.

6. Alat Pembersih Elektronik

Di era serba modern ini, kebutuhan masyarakat akan peralatan elektronik menjadi semakin meningkat. Tak hanya digunakan sebagai media hiburan atau komunikasi, kini banyak juga peralatan elektronik yang dirancang khusus untuk memudahkan aktivitas bersih-bersih. Beberapa di antaranya seperti vacuum cleaner, window vacuum, hingga steam cleaner. Untuk menjaganya tetap awet, alat kebersihan rumah elektronik harus dibersihkan secara berkala. Sebab, tumpukan debu yang dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan alat elektronik perlahan akan rusak dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Alat pembersih elektronik biasanya terdiri dari sikat kecil dan lap halus yang terbuat dari bahan lembut. Untuk bagian sikat kecil, Anda bisa membersihkan dengan memantiknya menggunakan tangan agar debu yang menempel segera rontok. Sedangkan untuk bagian lap halus, Anda bisa mencucinya dengan deterjen cair kemudian menjemurnya hingga benar-benar kering sebelum disimpan kembali.

7. Spons Cuci Piring

Spons cuci piring juga menjadi salah satu alat kebersihan rumah tangga yang sangat dibutuhkan kehadirannya. Karena digunakan untuk membersihkan bekas makanan dan lemak yang kotor, spons cuci piring juga harus selalu dijaga kondisinya. Jika spons dibiarkan tidak terawat, kuman-kuman yang menempel di atasnya bisa sangat membahayakan kesehatan Anda dan keluarga. Sebab, kontaminasi kuman di spons cuci piring dapat membuat peralatan makan menjadi tidak sehat. Dalam jangka waktu lama, bukan tidak mungkin hal ini akan menyebabkan munculnya masalah pencernaan.

Untuk menjaga kebersihan spons cuci piring sebenarnya cukup mudah. Anda bisa memanfaatkan Sunlight Higienis Plus yang dirancang dengan kandungan habbatussauda dan jeruk nipis. Tak hanya efektif membersihkan lemak dan minyak di piring, Sunlight Jeruk Nipis dan Habbatussauda juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri di spons hingga 100 kali lebih baik dari sabun pencuci piring biasa. Dengan begitu, piring menjadi bersih, dan kebersihan spons pun ikut selalu terjaga. Meski begitu, Anda tetap disarankan mengganti spons setidaknya 2-3 bulan sekali untuk memastikan kondisinya tidak memengaruhi kesehatan.

Kini, Anda semakin memahami pentingnya merawat alat kebersihan rumah tangga, bukan? Pastikan Anda juga selalu rutin menjaga kebersihan alat-alat tersebut, sehingga aktivitas bersih-bersih yang Anda lakukan tidak akan sia-sia belaka. Hasilnya, kesehatan Anda dan keluarga juga akan semakin terlindungi.

Awalnya diterbitkan