Cuci Tangan dengan Sabun Cuci Piring Bisa Cegah Virus Corona?

Ketahui serba-serbi mengenai sabun cuci piring yang menjadi alternatif pengganti sabun cuci tangan saat harus mencuci tangan untuk mencegah penularan corona.

Diperbarui

Cuci Tangan dengan Sabun Cuci Piring Bisa Cegah Virus Corona?

Cuci tangan merupakan langkah terbaik untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Namun, terkadang sabun cuci tangan tidak tersedia ketika kita membutuhkannya. Jika ada sabun cuci piring, amankah jika kita memakainya untuk mencuci tangan? Apakah sabun cuci piring juga bisa membersihkan kuman, bakteri, dan virus yang menempel di tangan? Temukan jawabannya di sini, ya!

1.  Pastikan Tidak Memiliki Alergi Kulit

Sabun cuci piring bisa menjadi alternatif pengganti sabun cuci tangan. Tak masalah jika pada saat harus mencuci tangan Anda terpaksa harus menggunakan sabun cuci piring. Sabun cair pencuci piring memiliki efektivitas yang sama untuk membersihkan tangan dari kuman, bakteri, dan virus.

Sebelum mencuci tangan dengan sabun cuci piring, Anda harus memastikan bahwa kulit Anda bebas alergi. Kandungan bahan pada sabun cuci piring sudah jelas berbeda dengan sabun cuci tangan. Sabun cuci piring memang diformulasikan agar aman dengan kulit, tetapi kondisi ini hanya berlaku ketika Anda mencuci piring dengan sabun ini (tidak langsung menuang sabun di tangan).

Kandungan bahan kimia pada sabun cuci piring jelas lebih keras jika dibanding dengan kandungan pada sabun cuci tangan. Sabun cuci tangan diformulasikan agar aman pada kulit meskipun dituang langsung di atas kulit tangan.

2.  Gunakan Hanya di Tangan Saja

Sebagai alternatif pengganti ketika tidak ada sabun untuk mencuci tangan, sabun cuci piring sebaiknya dipakai di area tangan saja. Hindari memakai sabun cuci piring untuk membersihkan bagian tubuh lainnya, apalagi untuk mandi.

Ingat, formula pada sabun cuci piring sejatinya tidak dirancang untuk dipakai di seluruh tubuh. Memaksakan diri mandi atau membasuh bagian tubuh lain dengan sabun cuci piring hanya akan membuat kulit terasa panas, iritasi, hingga gatal-gatal.

3.  Tidak Dipakai Terlalu Sering

Mengingat sabun cuci piring hanya bersifat alternatif pengganti, maka Anda sebaiknya tidak terus menerus memakai sabun ini untuk mencuci tangan. Gunakan sabun cuci piring untuk mencuci tangan jika Anda terpaksa saja dan tidak ada sabun cuci tangan di sekitar Anda.

Meskipun Anda sudah menerapkan cara cuci tangan yang benar, tetapi jika Anda terus menerus mencuci tangan dengan sabun cuci piring, maka tangan bisa menjadi kering. Pasalnya, sabun cuci piring ini dapat menyerap minyak alami yang diproduksi oleh kulit.

4.  Tetap Utamakan Kebersihan Lainnya

Cara cuci tangan yang baik memang bisa mencegah penularan virus corona. Bahkan, ketika tak ada sabun cuci tangan dan terpaksa memakai sabun cuci piring, Anda tetap harus menerapkan cara cuci tangan yang benar.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa cuci tangan saja tak cukup. Anda pun harus tetap mengutamakan kebersihan anggota tubuh lainnya. Misalnya, setelah bepergian ke luar rumah sebaiknya segera mandi untuk membersihkan bagian ujung kepala hingga ujung kaki. Cuci baju yang dipakai bepergian dan segera ganti dengan baju yang bersih. Kebersihan tubuh juga merupakan poin penting untuk mengurangi risiko pencegahan virus corona.

Sabun cuci piring seperti Sunlight Habbatussauda (jintan hitam) bisa menjadi alternatif pengganti sabun cuci tangan untuk sementara waktu. Kandungan bahan alami pada Sunlight Habbatussauda ini aman dan tidak menimbulkan iritasi kulit.

Sunlight Habbatussauda juga menjaga peralatan masak dan makan agar selalu bersih dan bebas bau tak sedap. Dengan sabun ini, kebersihan peralatan makan dan memasak juga tetap menjadi prioritas utama dalam mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekitar.

Awalnya diterbitkan