Jenis-jenis Jamur Tembok yang Perlu Diwaspadai

Tak hanya jamur di kamar mandi, salah satu masalah yang kerap merusak keindahan rumah adalah munculnya jamur tembok. Biasanya, jamur sangat rentan tumbuh di tembok yang lembap dan kurang terjaga kebersihannya.

Diperbarui

Jenis-jenis jamur tembok yang berbahaya bagi kesehatan

Tak hanya jamur di kamar mandi, salah satu masalah yang kerap merusak keindahan rumah adalah munculnya jamur tembok. Biasanya, jamur sangat rentan tumbuh di tembok yang lembap dan kurang terjaga kebersihannya. Jamur dinding sendiri terdiri dari berbagai macam jenis, dan masing-masing membawa dampak yang berbeda bagi kesehatan manusia. Berdasarkan tingkat keparahannya jamur dinding dibedakan menjadi 3 golongan yaitu A, B, dan C. Jenis jamur yang merugikan dan paling berbahaya dikelompokkan dalam kelas A, sementara jamur yang membawa dampak kesehatan lebih ringan masuk ke dalam golongan C. Ya, tak hanya merusak penampilan rumah, dinding berjamur ternyata juga bisa memengaruhi kesehatan Anda dan keluarga. Untuk lebih jelas memahaminya, kenali berbagai jenis jamur tembok beserta risiko kesehatan yang dibawa, yuk!

1. Jamur Aspergillus

Aspergillus merupakan salah satu jenis jamur yang paling sering dijumpai di dinding rumah dan kain. Jamur ini memiliki ciri berwarna cokelat hingga hitam. Berdasarkan tingkatan bahayanya bagi kesehatan, jamur ini masuk ke dalam golongan A dan B. Jika dibiarkan terus tumbuh di dinding, jamur Aspergillus dapat menyebabkan beberapa penyakit kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan, radang pada paru-paru, hingga alergi.

2. Jamur Cladosporium

Jamur Cladosporium banyak dijumpai baik itu di tempat dingin maupun hangat. Jamur ini bisa menginfeksi berbagai jenis bahan seperti karpet, kain, kayu, hingga dinding bata. Jika dinding berjamur di rumah Anda tumbuh bersama lumut dan memiliki warna cokelat, abu-abu, hingga kehitaman, bisa jadi jamur jenis Cladosporium inilah yang tumbuh. Jamur jenis ini masuk dalam golongan kelas B dan C serta menjadi salah satu pencemar udara terburuk yang dapat mengganggu sistem pernapasan.

3. Jamur Penicillium

Penicillium juga menjadi salah satu jenis jamur yang merugikan dan biasa tumbuh di dinding. Sebenarnya, Penicillium sering digunakan sebagai antibiotik dalam dunia kesehatan. Namun, ketika tumbuh di tembok rumah, jamur ini tetap bisa dianggap merugikan. Berdasarkan tingkat pengaruhnya pada kesehatan, jamur jenis ini masuk dalam golongan B dan C. Ciri-ciri jamur Penicillium sendiri ditandai dengan warna-warna seperti biru, hijau, kuning, hingga hitam. Bagi kesehatan, jamur ini dapat menyebabkan masalah iritasi kulit dan pernapasan.

Jenis-jenis jamur tembok yang berbahaya bagi kesehatan

4. Jamur Alternaria

Jamur Alternaria banyak dijumpai bukan hanya di dalam ruangan, namun juga di dinding outdoor. Dinding yang lembap akan membuat jamur ini lebih mudah berkembang. Bukan hanya dinding, jamur ini bahkan juga bisa tumbuh di wastafel, shower, dan tempat gelap seperti gudang. Umumnya, jamur ini berwarna hitam dan abu-abu. Jamur Alternaria masuk dalam golongan kelas B dan dapat menyebabkan asma atau alergi apabila sporanya terhirup melalui udara.

5. Jamur Stachybotrys

Jamur Stachybotrys chartarum dikenal sebagai salah satu spesies jamur beracun dan masuk dalam kelas A. Jenis jamur ini bahkan bisa tumbuh di dalam pipa dan masuk ke tubuh melalui saluran air. Tak hanya itu, jamur Stachybotrys juga bisa tumbuh di pendingin ruangan dan masuk ke tubuh melalui udara. Mikotoksin yang dimiliki jamur ini dapat menyebabkan depresi, asma, kelelahan, dan berbagai penyakit berbahaya lain. Meski begitu, jamur tembok jenis ini tergolong jarang ditemukan.

6. Jamur Acremonium

Acremonium merupakan jenis jamur yang banyak dijumpai di dinding rumah dengan ciri berwarna putih, abu-abu, hingga hitam. Beberapa spesies jamur ini masuk dalam kategori kelas A, dan sebagian lainnya masuk ke golongan kelas B. Bagian paling berbahaya dari jamur dinding ini adalah sporanya. Apabila terhirup oleh tubuh atau bersentuhan dengan kulit, dapat muncul reaksi alergi dan gangguan pernapasan yang cukup akut.

7. Jamur Penisillin

Jamur Penisillin sangat perlu diwaspadai karena memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat. Jenis jamur ini bisa dianggap membahayakan karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan, alergi, infeksi sinus, hingga radang paru-paru. Spora jamur Penisillin dapat dengan mudah terbang dan menyebar serta merusak dinding. Umumnya, jamur ini mudah dijumpai di ruangan kedap udara dan perabotan yang tergenang air.

Cara menghilangkan jamur di tembok dapat dilakukan dengan menggunakan obat jamur dinding yang banyak dijual di pasaran. Mengaplikasikan cat untuk tembok lembap dan berjamur juga bisa dijadikan alternatif lain. Namun, apabila obat jamur dinding atau cat khusus dianggap terlalu mahal, ada cara mengatasi tembok berjamur yang lebih sederhana dan mudah dilakukan. Anda bisa memanfaatkan cairan karbol. Caranya, campurkan cairan karbol dan air dengan perbandingan 1:3, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Selanjutnya, tinggal semprotkan cairan tersebut pada dinding yang berjamur dan lap hingga bersih. Jangan lupa keringkan kembali tembok untuk mencegah jamur tumbuh kembali di kemudian hari. Untuk menghindari kontaminasi langsung dengan kulit, pastikan Anda juga selalu menggunakan sarung tangan saat mengatasi tembok berjamur. Dinding rumah yang bersih dan bebas jamur akan meningkatkan kenyamanan dan kesehatan keluarga!

Awalnya diterbitkan