Skip to content
Bagian dalam rumah

Segala hal mengenai pembersih rumah tangga dan disinfektan

Produk disinfektan dan antiseptik membantu membatasi lingkungan hidup kuman dan bakteri di rumah. Simak jenis-jenisnya dan cara penggunaannya di sini.

Sebagian orang ragu-ragu menggunakan disinfektan atau bahan antiseptik di dalam rumah karena kandungan bahan kimianya. Padahal, dalam banyak situasi, larutan sabun dalam air saja tidak cukup untuk menjaga kebersihan rumah. Cairan karbol aman digunakan di lingkungan rumah selama Anda berhati-hati dan mengikuti petunjuk pemakaian pada kemasannya. Selain cairan, disinfektan juga hadir dalam bentuk tisu antiseptik.

Pengertian disinfektan, bahan antiseptik, dan kegunaannya

Disinfektan pada dasarnya adalah zat kimia untuk membunuh mikroorganisme. Disinfektan hanya bisa dipakai pada benda mati, semisal perabotan rumah tangga dan bagian-bagian di dalam rumah. Sedangkan cairan antiseptik bisa digunakan pada kulit atau jaringan tisu manusia untuk tujuan yang sama. Baca petunjuk dan keterangan produk disinfektan atau antiseptik untuk memastikan kegunaannya.

Larutan sabun di dalam air memang bisa dipakai untuk membersihkan hampir seluruh bagian di rumah. Namun, larutan ini kadang tidak mempan untuk menjaga bagian-bagian tertentu agar tetap steril dari kuman. Di sinilah disinfektan dan antiseptik bermanfaat karena mikroorganisme merugikan yang dibiarkan berkembang biak dapat menjadi sumber penyakit. E-coli dan influenza, misalnya, menyebar secara cepat dan bisa berkembang biak menjadi 8 juta kali lipat hanya dalam satu hari! Disinfektan pembersih rumah tangga dan bahan antiseptik yang berkualitas mampu membunuh hampir 100 persen bakteri dan hanya menyisakan bakteri dalam jumlah kecil yang biasanya tidak membahayakan kesehatan.

Bagian mana di dalam rumah yang membutuhkan disinfektan?

Dapur dan kamar mandi pada umumnya merupakan ruangan di rumah yang berisiko menjadi sarang dan tempat perkembangbiakan bakteri. Meja dapur, pegangan pintu lemari, dan kulkas menjadi lokasi nyaman bagi bakteri E-coli dari daging mentah, listeria dari produk olahan susu dan daging unggas, serta salmonela dari daging ayam dan telur mentah. Di kamar mandi, kotoran yang menempel di tangan dapat berpindah ke tombol atau gagang penyiram toilet dan pegangan pintu. Virus-virus seperti influenza, rotavirus, dan rhinovirus penyebab gejala nyeri otot, muntah-muntah, dan pilek dapat berkembang biak di kamar mandi karena lingkungannya yang hangat dan lembap.

Semprotan disinfektan atau tisu antiseptik?

Baik tisu antiseptik maupun semprotan disinfektan sama-sama efektif sebagai pembersih rumah tangga. Pilihlah satu di antara kedua jenis tersebut berdasarkan permukaan yang perlu dibersihkan sesuai dengan petunjuk perawatan masing-masing perabotan. Untuk membersihkan benda-benda yang berbentuk tak beraturan seperti tombol atau gagang penyiram toilet dan tempat-tempat sempit yang sulit dijangkau tangan, pembersih berbentuk semprotan merupakan pilihan yang cocok. Sedangkan tisu basah dan cairan semprot sesuai untuk permukaan rata. Simak cara pemakaian masing-masing jenis produk secara efektif berikut ini.

Semprotan disinfektan

  1. Seka permukaan memakai kemoceng atau lap yang dibasahi air sabun dan telah diperas guna menyingkirkan debu dan kotoran yang kasatmata.
  2. Semprotkan disinfektan langsung ke permukaan yang dibersihkan.
  3. Baca instruksi pemakaian pada kemasan produk semprotan. Sebagian produk hanya perlu diangin-anginkan hingga kering, sedangkan sebagian yang lain perlu diseka memakai kain bersih untuk membunuh dan menghilangkan kuman-kuman yang tidak terlihat. Pilihlah kain lembut yang tidak menggores permukaan-permukaan yang halus.
  4. Tidak perlu membilasnya lagi dengan air.

Tisu antiseptik

  1. Seka permukaan yang kotor memakai kemoceng atau lap yang dibasahi air sabun dan telah diperas untuk menyingkirkan debu dan kotoran yang terlihat.
  2. Usapkan tisu basah secara merata pada permukaan untuk membunuh bakteri.
  3. Anda bisa menggunakan tisu antiseptik untuk permukaan yang luas, rata, dan mudah dijangkau, semisal meja dapur dan dudukan toilet.
  4. Baca instruksi pemakaiannya untuk mengetahui apakah Anda perlu mengelapnya kembali dengan lap kering. Pada umumnya, Anda cukup membiarkan permukaan yang telah diusap tisu antiseptik mengering sendiri tanpa perlu khawatir risiko mencemari makanan.

Seberapa sering saya perlu memakai disinfektan?

Gunakan disinfektan secara rutin sebagai bagian dari jadwal bersih-bersih Anda, tergantung pada lokasi di dalam rumah.

Di dapur

Setiap kali selesai memasak, bersihkan meja dapur dengan bantuan semprotan disinfektan. Guna mencegah risiko keracunan makanan, cuci tangan Anda dengan sabun antibakteri setelah menyentuh daging atau telur mentah. Gagang pintu kulkas dan lemari sebaiknya dibersihkan seminggu sekali.

Di kamar mandi

Biasakan membersihkan tombol atau gagang penyiram toilet dan pegangan pintu kamar mandi seminggu sekali dengan bantuan semprotan disinfektan atau tisu antiseptik karena keduanya rawan kuman dan bakteri.

Rekomendasi kami


Disinfektan hadir dalam berbagai bentuk. Sesuaikan dengan permukaan yang akan dibersihkan dan gunakan menurut petunjuk pemakaian yang bisa Anda baca pada kemasan produk. Tes produk disinfektan terlebih dulu di bagian kecil yang tersembunyi.

Poin-poin kunci:

  1. Gunakan semprotan antibakteri atau tisu antiseptik untuk membunuh kuman pada hampir segala jenis permukaan
  2. Seka meja dapur dengan disinfektan setiap kali selesai memasak
  3. Bersihkan pegangan lemari dan pintu kulkas dengan disinfektan secara rutin