Iklan
Sunlight semua varian

6 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Bahayanya Bagi Manusia

Ini dia sejumlah penyebab bulu kucing rontok dan bahaya yang bisa dialami oleh manusia yang mendapat kontak fisik dari bulu-bulu tersebut.

Diperbarui

6 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Bahayanya Bagi Manusia

Bulu kucing rontok mungkin terlihat sebagai masalah sepele. Namun, perlu Anda ketahui bahwa bulu kucing yang rontok tidak hanya sekadar mengotori lantai dan perabotan, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan manusia. Sementara itu, penyebab bulu kucing rontok pun bermacam-macam, mulai dari masalah kesehatan, kebersihan, sampai dengan asupan gizinya.

Jika saat ini bulu kucing kesayangan Anda rontok, coba kenali dulu penyebabnya agar Anda bisa mencari solusi yang tepat. Yuk, kenali penyebab bulu kucing rontok dan bahaya bulu kucing yang rontok bagi kesehatan manusia!

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Tak sedikit orang yang menganggap remeh kerontokan bulu kucing kesayangannya. Mereka mungkin sedikit mengeluh ketika harus membersihkan bulu kucing yang rontok di lantai dan perabotannya, tapi tak banyak orang yang menyadari bahwa bulu kucing bisa membawa dampak serius pada masalah kesehatan.

Lantas, bagaimana bisa bulu kucing mengalami kerontokan? Berikut adalah poin-poin penyebabnya.

1.  Kekurangan Gizi

Baik kucing maupun manusia sama-sama merupakan makhluk hidup yang membutuhkan makan. Akan tetapi, asupan makanan saja tidak cukup, dibutuhkan gizi yang seimbang untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Kucing yang bulunya rontok umumnya disebabkan karena masalah kesehatan. Nah, masalah kesehatan ini bisa disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh kucing kesayangan. Alhasil, gizi buruk inilah yang membuat kucing Anda mengalami kerontokan bulu karena kondisinya yang tidak sehat.

Masalah bulu kucing rontok karena kekurangan gizi sangat mudah diatasi. Cukup berikan kucing kesayangan makanan dengan gizi yang seimbang. Saat ini, sudah banyak makanan kucing kemasan yang diperkaya dengan vitamin dan zat-zat penting yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang si kucing. Jadi, Anda bisa memberikan makanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan gizi kucing kesayangan.

2.  Stres

Kucing bisa stres?” Tentu saja bisa. Bukan hanya manusia saja yang mengalami stres, kucing juga bisa. Pada umumnya, penyebab kucing stres bermacam-macam, seperti perubahan suasana sampai dengan merasa kesepian karena sang pemilik tidak mengajaknya bermain.

Ketika kucing mengalami stres, pembuluh darah yang bertugas mengirimkan nutrisi ke seluruh bagian tubuh jadi terhambat. Hal ini akan berimbas pada suasana hati kucing yang terlihat malas melakukan apapun dan bulunya akan mengalami kerontokan.

3.  Alergi Makanan

Tidak semua kucing bisa makan makanan yang diberikan oleh pemiliknya. Beberapa kucing memiliki alergi yang membatasi jenis makanan yang bisa dimakan. Alergi makanan juga bisa menjadi salah satu penyebab bulu kucing rontok.

Sebagian besar pemilik kucing menganggap bahwa alergi makanan pada kucingnya adalah masalah sepele. Padahal, jika dibiarkan terus menerus bukan hanya bulunya saja yang rontok, kucing akan mengalami gatal-gatal hingga mual dan muntah.

Sebagai informasi, alergi makanan terjadi saat kekebalan tubuh kucing memberikan respons negatif pada sumber protein jenis tertentu yang bersifat alergen. Reaksi alergi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh kucing berusaha melawan sumber energi yang dinilai oleh tubuh sebagai alergen.

Jika memang benar kucing kesayangan Anda memiliki alergi makanan, jangan biarkan begitu saja. Periksakan kucing Anda ke dokter hewan untuk mengetahui penyebab alerginya dan memperoleh pengobatan yang lebih baik.

4.  Terserang Kutu

Hampir semua jenis hewan berpotensi terserang kutu atau tungau, tak terkecuali kucing. Penyebab kutuan ini bermacam-macam, bisa karena tertular oleh hewan lain sampai kurangnya kebersihan kucing tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pemilik kucing agar lebih memperhatikan kebersihan hewan peliharaannya.

Kutu yang menjangkit kucing akan menyerap nutrisi dari tubuh kucing. Kucing sudah pasti akan merasakan ketidaknyamanan ketika kutu ini menjadi parasit di tubuhnya. Pasalnya, selain menyebabkan gatal, kutu yang menyerap nutrisi dari tubuh kucing ini juga akan membuat bulunya semakin rontok dari hari ke hari.

5.  Sampo yang Tidak Cocok

Meskipun Anda sudah memperhatikan kebersihan kucing kesayangan, tapi perlu Anda ingat bahwa produk sampo yang dipakai untuk memandikan si kucing bisa menjadi faktor utama bulunya rontok. Apalagi jika Anda memakai sampo manusia untuk memandikan kucing, maka kerontokannya bisa semakin bertambah parah.

Untuk memandikan kucing, gunakan sampo yang memang diformulasikan untuk hewan, terutama kucing. Jika satu merk sampo dirasa tidak cocok dan menimbulkan kerontokan bulu, jangan ragu untuk menggantinya dengan merk lain sampai menemukan sampo yang tepat.

Frekuensi dalam memandikan kucing juga harus Anda perhatikan. Jangan tunggu kucing Anda kotor atau bulunya kumal terlebih dahulu baru Anda berinisiatif untuk memandikannya. Sebaiknya jadwalkan waktu memandikan kucing setiap beberapa minggu sekali untuk menjaga kebersihan bulu dan tubuhnya.

6.  Sedang Sakit

Masalah kesehatan juga mempengaruhi kerontokan bulu kucing. Pasalnya, ketika sakit sistem imunitas kucing turut berperang melawan bakteri atau virus penyakit sehingga bulunya menjadi rentan rontok.

Tak hanya ketika sedang sakit saja, pada masa pengobatan kucing juga bisa mengalami kerontokan jika obatnya terlalu keras atau tidak cocok dengan kondisi tubuhnya. Namun, bulu kucing rontok pada saat pengobatan ini akan berhenti dengan sendirinya saat pengobatan tersebut selesai.

Cara terbaik untuk mendeteksi penyebab bulu kucing rontok karena sakit adalah dengan membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter akan memeriksa kucing lebih lanjut untuk mengetahui penyakitnya dan memberikan pengobatan yang tepat.

Penyebab bulu kucing rontok memang berbeda-beda. Namun, sebagai pemilik Anda tentu bisa mengidentifikasi penyebab kerontokan bulu kucing kesayangan Anda. Jika Anda belum bisa mengidentifikasi salah satu penyebab kerontokan bulunya, bawalah kucing ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut.

Bahaya Bulu Kucing Bagi Manusia

Iklan

Sunlight semua varian
6 Penyebab Bulu Kucing Rontok dan Bahayanya Bagi Manusia

Apakah bulu kucing berbahaya? Jawabannya adalah ya. Bulu kucing yang rontok bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi manusia. Sebelum Anda mencari cara mengatasi bulu kucing rontok, sebaiknya cermati dulu beberapa bahaya yang bisa dirasakan oleh manusia terutama bagi kesehatan.

Nah, berikut ini adalah sejumlah bahaya yang disebabkan oleh kucing bagi manusia:

1.  Penyakit Cakar Kucing (Cat Scratch Disease)

Kucing yang bulunya mengalami kerontokan bisa menyebarkan bakteri Bartonella henselae yang dapat dengan mudah berpindah ke manusia. Penularan bakteri ini bisa melalui cakaran atau gigitan kucing, tapi tak menutup kemungkinan dari tangan kita sendiri. Misalnya, usai mengelus kucing kita mengusap mata dengan tangan yang sudah tercemar oleh bakteri dari bulu-bulu kucing.

Gejala penyakit cakar kucing bisa dilihat dari munculnya benjolan kecil. Kemudian, gejala tersebut juga disertai dengan tanda-tanda mual, muntah, demam, radang, sampai dengan rasa nyeri di kelenjar getah bening.

Manusia dengan daya tahan tubuh yang kuat tidak mudah terserang oleh penyakit cakar kucing ini. Namun, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah sangat mudah terserang penyakit ini. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

2.  Kurap

Kurap merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang menular. Pada umumnya, penyakit ini disebabkan oleh kontak antar kulit atau bersentuhan dengan hewan. Bulu kucing yang mengalami kerontokan dapat menjadi faktor penyebab kurap.

Adapun gejala yang disebabkan kurap antara lain meliputi kulit bersisik, kemerahan, sampai dengan gatal. Kurap yang menyerang kulit kepala juga bisa menimbulkan kebotakan.

Penanganan kurap bisa dengan menggunakan obat anti-jamur. Akan tetapi, jika gejala kurap sudah terasa sangat mengganggu sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter spesialis kulit.

3.  Toksoplasmosis

Dari sekian banyak bahaya bulu kucing bagi kesehatan manusia, nampaknya toksoplasmosis adalah penyakit yang sangat ditakuti. Penyakit ini disebabkan oleh Toxoplasma gondii, di mana parasit ini terdapat pada feses (kotoran) kucing yang telah terinfeksi.

Kucing yang terinfeksi kemudian menjilati tubuhnya tentu saja akan mengontaminasi bulunya. Parasit akan berpindah pada bulunya, apalagi jika bulunya yang rontok ini bersentuhan dengan manusia.

Dampak dari kontak fisik antara kulit dengan bulu kucing yang terinfeksi parasit toksoplasmosis adalah cacat bayi lahir sampai dengan keguguran. Oleh karena itu, wanita hamil sebaiknya tidak berada terlalu dekat dengan kucing, terutama yang bulunya rontok.

Reaksi Alergi

Beberapa orang memiliki alergi dengan alergen yang berbeda-beda. Bulu kucing termasuk alergen bagi sebagian orang. Oleh karena itu, bulu kucing yang rontok sudah pasti bisa menimbulkan reaksi alergi pada sejumlah orang.

Reaksi alergi yang ditimbulkan dari bulu kucing ini bermacam-macam, mulai dari gatal-gatal, bersin, sampai peradangan pada sinus. Di samping itu, menghirup bulu kucing yang rontok juga berpotensi menimbulkan penyakit sinusitis.

Sejumlah bahaya bulu kucing bagi kesehatan manusia ini tidak bisa disepelekan begitu saja. Anda harus segera mencari cara mengatasi bulu kucing rontok secara cepat agar kerontokan bulu hewan kesayangan Anda ini tidak berbahaya bagi kesehatan.

Cara Mencegah Bahaya Bulu Kucing yang Rontok

Setelah mengetahui penyebab bulu kucing rontok, bukan cuma pengobatan untuk kucing saja yang perlu diperhatikan tetapi juga cara mencegah agar bulu kucing yang rontok tidak membahayakan kesehatan. Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah bahaya bulu kucing rontok:

1.  Hindari Kontak Fisik dengan Kucing

Untuk sementara waktu, hindari kontak fisik dengan kucing kesayangan terlebih dahulu. Pastikan kucing benar-benar sehat dan kerontokan bulunya sudah terhenti baru Anda bisa melakukan kontak fisik kembali, seperti membelai atau memangkunya.

2.  Letakkan Kucing di Tempat yang Jarang Dilalui

Ketika bulu kucing kesayangan Anda rontok, hindari dulu kebiasaan meletakkan kucing di tempat tidur atau membawa kandangnya masuk ke dalam rumah. Selama kerontokan bulunya belum terhenti, letakkan kucing di tempat yang jarang dilalui untuk meminimalisir kontak antara bulunya dengan manusia.

3.  Jaga Kebersihan Rumah

Kerontokan bulu kucing bisa menyebabkan ada begitu banyak helai-helai bulu di lantai maupun perabotan rumah. Untuk menghindari bahayanya, bersihkan rumah secara teratur. Bila perlu, gunakan Wipol Karbol Lemon untuk membersihkan lantai di rumah. Tak hanya memberikan kesegaran lewat aroma lemonnya, produk ini juga membuat lantai bersih dari kuman dan bakteri.

Nah, itulah sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah bahaya bulu kucing yang rontok. Ingat, kenali dulu penyebab bulu kucing rontok sebelum Anda mencari cara untuk mengatasinya. Semakin cepat Anda mengatasi kerontokan bulu kucing kesayangan Anda, semakin minim juga risiko Anda dan anggota keluarga terdampak oleh bahaya bulu kucing yang rontok ini.

Awalnya diterbitkan