Memahami pengertian bakteri E coli dan bahaya bakteri E coli

Meski kebanyakan bakteri E coli tidak membahayakan kesehatan, sebagian bisa menyebabkan penyakit. Kenali bahaya E coli dan cara pencegahannya di sini.

28 November 2018

Keluarga

Tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan orang, sebagian besar bakteri E coli tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahkan, bakteri ini termasuk menguntungkan karena bisa membantu kesehatan sistem pencernaan manusia. Walau demikian, sebagian bakteri E coli bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit berbahaya. Baca selengkapnya untuk mengetahui apa saja bahaya E coli, dan bagaimana membatasi penyebaran bakteri E coli.

Penyebaran bakteri E coli dapat dicegah dengan cara menjaga kehigienisan diri dan rumah. Bersihkan toilet dan dapur dengan produk yang bisa diandalkan untuk membasmi berbagai jenis bakteri, seperti Domestos untuk toilet dan Cif untuk dapur.

Apa itu E coli?

Bakteri E coli adalah sekelompok jenis bakteri yang biasa ditemukan di dalam usus manusia atau hewan berdarah panas. Ciri-ciri bakteri E coli termasuk strukturnya yang berupa batang-batang, bersifat gram negatif, dan tidak menghasilkan spora. Selain itu, bakteri ini bersifat menguntungkan inangnya karena membantu menghasilkan vitamin K2.

Bahaya bakteri E coli

Sebagian kecil bakteri E coli bisa menyebabkan penyakit berbahaya dengan cara memproduksi racun bernama Shiga. Berikut penyakit-penyakit yang bisa dipicu bakteri E coli:

  • Infeksi saluran kemih
  • Keracunan makanan
  • Pneumonia
  • Sesak napas
  • Diare
  • Keram perut

Jenis bakteri E coli yang paling berbahaya adalah O157:H7 karena bisa menimbulkan gejala-gejala serius, seperti:

  • Gagal ginjal pada anak-anak dan lansia karena sistem kekebalan tubuh mereka rendah
  • Muntah dan menceret berdarah
  • Pendarahan
  • Kejang-kejang
  • Demam tinggi

Jika Anda menderita satu atau beberapa gejala di atas, segera pergi ke ruang gawat darurat karena identifikasi bakteri E coli sangat penting dalam kasus ini.

Bagaimana bakteri E coli menyebar?

  • Melalui bahan makanan, terutama daging kurang matang dan sayur-sayuran yang dimakan mentah
  • Air keran yang tidak melalui proses pemurnian
  • Minuman yang tidak melalui pasteurisasi, terutama susu dan jus dalam botol
  • Sentuhan dengan kotoran hewan atau manusia yang terkontaminasi bakteri E coli

Cara mencegah penyebaran bakteri E coli

Pencegahan E coli dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana berikut ini:

Menjaga kebersihan toilet dan dapur

Mengingat cara E coli menyebar, dapur dan toilet merupakan dua tempat yang perlu benar-benar Anda jaga kehigienisannya. Bersihkan toilet satu hingga dua kali seminggu, dan jaga agar dapur selalu higienis.

Mencuci tangan secara benar

Banyak orang meremehkan kebiasaan mencuci tangan secara benar. Padahal, mencuci tangan bisa mencegah kontaminasi berbagai jenis bakteri dan virus. Ikuti langkah-langkah cuci tangan yang benar, terutama sebelum dan setelah masak, sesudah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan peliharaan, dan setelah mengganti popok bayi.

Memasak daging secara menyeluruh

Daging yang paling berpotensi menyebarkan bakteri E coli adalah daging cincang, seperti yang terdapat di hamburger. Masak daging cincang dan ayam hingga matang sepenuhnya. Jika perlu, beli termometer daging untuk memastikan daging telah matang luar-dalam.

Mencuci bersih sayur dan buah

Cuci sayuran berdaun dengan air dingin yang mengalir. Untuk sayur-sayuran dengan bentuk yang kompleks seperti bunga kol dan brokoli, rendam terlebih dahulu dalam air satu hingga dua menit, kemudian pastikan tidak ada tanah yang menempel. Anda bisa juga menggunakan larutan cuka untuk membersihkan sayur dan buah, dengan rasio 1 takaran cuka untuk 3 takaran air.

Cuci bersih alat-alat masak

Peralatan masak – termasuk pisau, talenan, dan baskom – yang telah bersentuhan dengan bahan makanan mentah harus dicuci sebelum digunakan kembali. Menggunakan produk dengan formula khusus untuk membasmi bakteri, seperti Sunlight Plus Anti Bakteri, merupakan solusi ideal untuk mencegah penyebaran E coli.

Selain itu, pastikan susu cair dan jus botol yang Anda konsumsi telah melalui proses pasteurisasi. Hindari pula meminum air ketika Anda berenang, baik itu di kolam renang maupun di perairan terbuka. Cara-cara ini, meskipun terlihat sederhana, terbukti efektif mencegah infeksi E coli.

  • Pahami bagaimana bakteri E coli menyebar agar Anda tahu cara membatasinya
  • Menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan, terbukti efektif mencegah penyebaran E coli
  • Segera pergi ke ruang gawat darurat jika Anda atau anggota keluarga menunjukkan gejala-gejala infeksi E coli