Mengenal Jenis Kucing Persia dan Tips Aman Merawatnya!

Sebagai pecinta kucing persia, Anda perlu tahu cara merawatnya dengan baik. Sebab, kucing yang dirawat dengan baik akan sehat begitu pun pemiliknya.

Diperbarui

****Please change alt text

Bila Anda pecinta kucing, pasti sudah familiar kan dengan jenis kucing persia? Kucing jenis ini banyak dipelihara karena bentuk wajahnya yang unik dan tingkah lakunya yang sangat menggemaskan. Tapi, tahukah Anda bahwa kucing ini memiliki jenis yang berbeda? Berikut ini penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis kucing persia yang perlu Anda ketahui. Tidak hanya itu, ada juga tips penting yang perlu diterapkan dalam hal perawatan jenis kucing ini. Berikut informasi yang perlu Anda simak!

Jenis Kucing Persia

Terdapat empat jenis kucing Persia yang umumnya dipelihara oleh pecinta kucing. Diantaranya:

1. Kucing Persia Himalaya

NA

Ciri khas kucing Persia Himalaya yaitu bulunya yang sangat tebal dan panjang serta hidung yang tidak terlalu pesek atau datar seperti kucing lain dalam kategori ini. Persia Himalaya dikenal juga dengan sebutan kucing berpola colorpoint karena memiliki warna rambut yang berpola hitam atau coklat kehitaman pada bagian tertentu seperti wajah, ekor, telinga, hidung, dan ujung kaki. Sementara di bagian tubuh lainnya berwarna putih atau coklat muda. Ciri lain dari kucing PersiaHimalaya yaitu bobotnya yang bisa mencapai 4 hingga 6 kg. Bobot ini dianggap cukup besar untuk ukuran kucing.

Kucing Persia Himalaya mampu bertahan hingga 15 tahun dengan perawatan yang telaten. Kucing ini juga tergolong kucing yang manja, jinak, dan tenang. Mereka senang tidur, menyukai anak-anak, dan senang berada di sekeliling orang. Bila ingin memiliki kucing jenis ini, Anda perlu mengeluarkan kocek sekitar Rp.9.000.000 untuk Persia Himalaya dewasa atau berusia minimal enam bulan.

2. Kucing Persia Flat Nose

NA

Sesuai namanya, kucing Persia jenis ini memiliki hidung yang pesek dan kecil. Bahkan, hidungnya nampak sejajar dengan mata. Flat nose juga memiliki bentuk kepala yang sedikit kotak, berbeda dengan kucing jenis lain yang memiliki wajah bulat. Bentuk kepala seperti ini membuat pipi flat nose terlihat lebih chubby atau menggembung. Selain itu, kucing ini juga memiliki bulu yang panjang, badan yang gemuk, dan mata yang kecil. Kupingnya pun meruncing dengan jarak yang agak berjauhan dari satu sama lain.

Kucing yang lebih populer di Amerika Selatan ini cenderung aktif dan suka bermain, berbeda dengan Persia Himalaya yang lebih tenang. Flat nose juga suka berlarian, melompat, dan bermain dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Jauh lebih baik bila Anda memiliki tempat yang luas dan menjauhkan benda-benda di rumah dari jangkauan kucing ini. Anda juga perlu hati-hati dalam mengatur porsi makannya. Pasalnya, kucing yang satu ini terbilang suka makan alias rakus jadi rentan terkena obesitas.

Kucing Persia Flat nose tergolong kucing dengan harga jual yang tinggi. Untuk yang berusia tiga bulan saja dibanderol dengan harga hingga Rp. 5.000.000, sedangkan untuk usia dewasa bisa mencapai Rp. 11.000.000.

3. Kucing Persia Peak Nose

NA

Dibandingkan dengan kucing Persia jenis lain, Peak nose memiliki hidung yang paling pesek. Bukan itu saja, harganya pun paling fantastis dibanding jenis lain, yaitu mencapai Rp. 12.000.000! Sekilas, Peak nose memang terlihat mirip dengan Flatnose. Perbedaannya hanya bentuk hidungnya saja yang lebih datar, pesek, dan kecil. Meskipun memiliki hidung yang paling pesek diantara yang lain, Peak nose tidak kalah menggemaskannya. Malah bentuk hidung seperti ini membuat kucing ini nampak unik.

Dari segi harga pun wajar saja bila kucing ini memiliki nilai fantastis. Karena, semakin kecil hidung seekor kucing Persia, maka semakin tinggi juga nilai jualnya. Peak nose sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Persia Peak nose biasa dan ekstrim. Yang ekstrim tentu saja memiliki hidung yang lebih pesek dari Peaknose biasa.

4. Kucing Persia Medium

NA

Bila Kucing Persia Himalaya memiliki hidung yang mancung sedangkan Flatnose dan Peaknose berhidung pesek, kucing jenis ini memiliki bentuk hidung yang ada di tengah-tengah. Artinya, hidungnya tidak terlalu pesek atau terlalu mancung. Rambutnya yang sangat lebat dan panjang dibanding kucing jenis lain menjadi salah satu ciri khas dari Persia Medium.

Kucing Persia Medium terbagi menjadi dua jenis, yaitu shorthair yang artinya berbulu pendek dan longhair berbulu panjang. Dari segi perawatan, Medium longhair tentu lebih sulit dan memerlukan perhatian khusus. Sementara itu, harga kucing jenis ini bisa mencapai Rp. 2.000.000 untuk usia dibawah enam bulan, sedangkan untuk yang dewasa bisa mencapai Rp. 8.000.000. Ditilik dari sisi harga, jenis kucing Persia medium lebih murah dibandingkan dengan yang lain.

Sudah tahu kan apa saja jenis kucing Persia yang bisa Anda pelihara sendiri? Kira-kira kucing jenis apa yang paling menarik minat Anda?

Cara Merawat Kucing Persia

Dalam merawat kucing persia diperlukan ketelatenan dan perlakuan khusus. Hal ini perlu diperhatikan mengingat perlunya menjaga kesehatan peliharaan Anda sekaligus merawat bulu-bulunya yang cenderung lebat dan panjang. Apa saja yang perlu dilakukan untuk merawat kucing jenis ini? Simak penuturan berikut ini!

1. Sisir/Sikat Bulu Kucing Setiap Hari

NA

Menyisir bulu kucing persia secara rutin merupakan salah satu perawatan yang perlu Anda lakukan. Hal ini dilakukan supaya bulu kucing tidak kusut serta selalu bersih dan berkilau. Anda bisa menggunakan sisir logam untuk menyisir bulunya kemudian seka dengan tisu basah untuk bayi. Penggunaan tisu jenis ini dapat menimbulkan aroma harum pada bulu kucing. Selain itu, formula pada tisu basah untuk bayi lebih aman dan tidak mengandung bahan yang dapat memicu reaksi negatif pada kulit.

2. Membersihkan Mata Kucing Setiap Hari

Tidak jarang kucing, termasuk kucing persia, mengalami masalah pada saluran air matanya hingga menyebabkan keluarnya kotoran di daerah tersebut. Untuk menjaga kebersihan area mata kucing, Anda perlu menyeka kotoran di mata kucing dengan menggunakan tisu yang telah dibasahi air hangat. Atau Anda juga bisa menggunakan tisu khusus untuk menyeka area mata kucing. Pastikan Anda melakukan langkah ini segera saat kotoran di area mata kucing mulai muncul. Jangan biarkan kotoran tersebut mengering karena akan semakin sulit membersihkannya dan membuat kucing kesakitan.

3. Ajak Kucing Berjemur

Bukan hanya manusia saja yang suka berjemur, tapi kucing juga sangat menikmati kegiatan ini. Bila Anda ingin kucing peliharaan mendapatkan dosis sinar matahari yang cukup, tidak ada salahnya menyediakan ruang kosong di dekat jendela rumah agar kucing bisa tidur sambil berjemur. Mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup tentunya akan berdampak positif pada kesehatan kucing Anda.

4. Memandikan Kucing Seminggu Sekali

NA

Kucing persia adalah jenis kucing yang paling memerlukan mandi mengingat tingkah mereka yang aktif dan suka bermain di kolong-kolong bagian rumah. Oleh karena itu, debu dan kotoran yang menempel perlu dibersihkan untuk menghindari penyakit jamur pada kulit si kucing. Namun, sebelum memandikan kucing, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu pada dokter hewan mengenai berapa kali sebaiknya kucing dimandikan. Umumnya, kucing jenis ini dimandikan seminggu sekali agar terjaga kesehatan serta kebersihannya.

5. Rutin Membersihkan Telinga dan Hidungnya

Bagian telinga dan hidung kucing persia juga memerlukan perhatian khusus. Karena kucing tidak bisa membersihkan bagian ini sendiri, maka Anda perlu secara rutin membersihkannya. Bersihkan bagian luar dan dalam telinga kucing dengan pembersih telinga atau tisu basah agar kotoran terangkat dan tidak menutupi lubang telinga.

Untuk bagian hidung, kucing Persia jenis Peaknose yang memerlukan perhatian ekstra. Karena hidungnya yang pesek, jenis kucing ini sering mengalami gangguan sistem pernafasan. Tidak jarang mereka perlu bernafas melalui mulut karena udara yang tidak bisa masuk melalui hidung. Jadi, agar kucing ini dapat bernafas dengan normal, pastikan Anda membersihkan bagian hidungnya dengan menggunakan tisu atau cotton bud. Dengan rutin membersihkan bagian hidung, kucing Anda dapat terhindar dari virus influenza dan infeksi sinus yang menyerang sistem pernafasan.

6. Selalu Membersihkan Kandangnya

NA

Sediakan kandang khusus untuk kucing persia Anda. Jadikan kandang tersebut tempat yang nyaman untuk si kucing dengan memastikan ruang atau ukuran kandangnya pas serta terdapat ventilasi udara. Jangan lupa juga untuk menempatkan kandang tersebut di ruang terbuka sehingga sirkulasi udaranya lancar dan mendapatkan asupan cahaya matahari yang cukup.

Satu hal lagi yang perlu Anda perhatikan yaitu kebersihan kandang kucing persia Anda. Menjaga kebersihan kandang kucing sangatlah penting sehingga tidak akan ada kotoran dan bakteri yang menempel. Kandang yang tidak dibersihkan secara rutin juga dapat menjadi sarang penyakit yang akan mempengaruhi kesehatan kucing Anda. Oleh karena itu, bersihkan kandang dari berbagai kotoran termasuk sisa-sisa makanan kucing yang berjatuhan.

7. Rutin Memberikan Vaksin

NA

Salah satu upaya yang perlu Anda lakukan untuk merawat kucing persia yaitu dengan memberikannya vaksin secara rutin. Kucing jenis ini sebenarnya lebih mudah terkena penyakit jadi melakukan kontrol ke dokter hewan secara berkala dan pemberian vaksin merupakan suatu kebutuhan. Dalam hal ini, vaksin dapat membantu menjaga kekebalan tubuh kucing agar tidak mudah terjangkit virus atau penyakit lainnya.

Selain pemberian vaksin, kucing persia juga memerlukan obat cacing untuk menghindari masalah gangguan pencernaan. Bila pencernaan kucing terganggu, nafsu makannya akan berkurang dan menyebabkan bobot tubuh menurun. Pada akhirnya kucing pun akan mudah jatuh sakit. Oleh karena itu, pastikan Anda memberikan obat cacing pada kucing kesayangan Anda.

8. Beri Makanan yang Bernutrisi

Bila menyangkut makanan favorit, semua kucing menyukai makanan berbau amis seperti ikan. Ikan memiliki nutrisi yang dapat berpengaruh positif pada kesehatan kucing persia Anda. Tetapi, meskipun banyak jenis ikan kalengan yang dijual di toko hewan, Anda perlu memastikan bahwa makanan yang dipilih dapat memenuhi kebutuhan kucing Anda. Misalnya, makanan untuk mengatasi masalah bulu yang rontok atau makanan untuk menggemukan badan kucing. Intinya, makanan yang Anda pilih memang dibutuhkan kucing persia Anda.

Dengan makanan yang tepat dan kaya akan nutrisi, kucing Anda akan selalu dalam kondisi prima. Bulunya pun akan terawat dengan baik. Bila dibutuhkan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter hewan guna mengetahui makanan apa yang sesuai untuk kucing Anda. Jangan lupa juga untuk memberikan vitamin yang dapat membantu meningkatkan kesehatan si kucing.

Sebagai pecinta kucing, pastinya Anda tidak akan tahan melihat tingkah menggemaskan kucing persia. Kucing persia yang terlatih dan menggemaskan pun sesekali buang kotoran di tempat yang tidak semestinya di dalam rumah sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Noda air kencing kucing dan anjing menyebabkan dua masalah, yaitu mengandung bakteri penyebab penyakit dan mengandung amonia yang memicu bau pesing menyengat dan sulit dihilangkan. Supaya rumah Anda kembali wangi, tetap bersih, dan sehat. Simak tips membersihkan air kencing hewan di sini.

Bila berminat memelihara kucing jenis ini, pastikan Anda juga mengetahui cara perawatan yang tepat. Dengan begitu, penampilan dan kesehatan kucing Anda pun akan semakin terjaga dengan baik.

Awalnya diterbitkan