8 tips mencuci baju bayi yang baru dibeli

Cara mencuci pakaian bayi dan produk yang dipakai perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi kulit bayi. Artikel ini menyajikan informasi seputar hal ini.

7 Desember 2018

Keluarga

Cara mencuci pakaian bayi baru lahir merupakan salah satu pengetahuan yang perlu dipelajari setiap calon orang tua atau orang tua yang baru memiliki bayi. Mencuci baju bayi memang tidak rumit, tetapi tidak bisa disamakan dengan mencuci pakaian orang dewasa karena bayi, khususnya yang baru lahir, memiliki kebutuhan khusus sesuai kekebalan tubuhnya yang belum berkembang sempurna. Anda hanya memerlukan sedikit pengetahuan dan kejelian membaca label perawatan pakaian bayi untuk memastikan hasil cucian tidak akan mengiritasi kulit si kecil.

Pakaian bayi memerlukan perawatan khusus, terutama selama enam bulan pertama usia si kecil. Selepas enam bulan, Anda bisa mencoba beralih ke detergen lembut biasa, seperti Rinso, dan pelembut yang mengandung hypoallergenic, seperti Molto, untuk mencuci pakaian bayi.

Cara mencuci pakaian bayi baru beli

Berikut ini delapan tips merawat pakaian bayi, terutama yang baru dibeli, untuk menghilangkan debu dan kandungan bahan kimia yang dipakai selama proses produksi serta kotoran organik setelah pakaian dikenakan.

  1. Terapkan petunjuk perawatan perlengkapan bayi tidak hanya pada pakaian bayi, tetapi juga pada kain-kain lain yang bersentuhan dengan kulit si kecil, seperti seprai, selimut, kain gendong, dan sarung bantal.
  2. Selama enam bulan pertama usia bayi, cuci pakaian bayi terpisah dari pakaian penghuni rumah yang lain untuk mencegah kontaminasi kotoran dari pakaian orang dewasa.
  3. Tangani noda makanan dan kotoran bayi sebelum pakaian dicuci. Buang kotoran padat pada kain, lalu bilas bagian tersebut di bawah air mengalir. Jika bercak masih tampak, rendam dalam air bercampur sedikit detergen lembut.
  4. Pemakaian detergen khusus bayi merupakan cara mencuci baju bayi baru lahir yang benar sampai si kecil berusia enam bulan. Setelah itu Anda bisa mulai beralih perlahan-lahan ke detergen lembut biasa. Kembalilah ke detergen bayi jika efek negatif muncul pada kulit bayi.
  5. Cairan pelembut pakaian sebaiknya tidak ditambahkan ke dalam cucian pakaian bayi selama enam bulan pertama. Setelah masa ini, Anda bisa memakai pelembut kain yang memakai formula hypoallergenic.
  6. Jika Anda mencuci pakaian bayi dengan tangan, pastikan Anda membilasnya beberapa kali hingga sisa-sisa detergen lenyap.
  7. Pilih siklus putaran lembut pada mesin cuci. Siklus ini biasanya bertanda gambar pakaian bayi atau tangan pada panel mesin cuci.
  8. Hampir semua pakaian bayi tidak perlu disetrika. Jika Anda perlu menyetrikanya, hindari suhu terlalu tinggi yang berisiko merusak kelembutan pakaian bayi.

Amankah mencuci pakaian bayi dengan mesin cuci?

Ya! Cloth diapers, pakaian, seprai, selimut, dan popok bayi aman dicuci memakai mesin cuci. Mesin cuci itu sendiri tidak akan merusak pakaian bayi. Meskipun demikian, apa yang Anda masukkan ke dalam mesin cuci bersama pakaian bayi bisa berpengaruh terhadap baju bayi. Hal ini menyangkut detergen dan cucian lain yang Anda tambahkan ke dalam tabung mesin cuci.

Untuk mencuci baju bayi dengan mesin cuci secara aman, lebih baik cuci pakaian bayi terpisah dari pakaian orang dewasa. Jika Anda ingin mencuci hanya sedikit pakaian bayi bersama cucian lain, masukkan baju-baju si kecil ke dalam kantong mesin cuci (laundry net). Dengan begini, pakaian bayi akan terlindungi dari gesekan berlebih dengan cucian lain.

Setelah waktunya beralih ke detergen biasa untuk mencuci pakaian bayi, pilihlah detergen cair yang lembut lalu tuntaskan dengan menambahkan cairan pelembut yang hypoallergenic pada bilasan terakhir.

  • Sebisa mungkin cuci pakaian bayi terpisah dari pakaian orang dewasa
  • Hampir semua pakaian bayi tidak perlu disetrika
  • Mesin cuci aman dipakai untuk mencuci pakaian bayi