Waspada, 5 Bahaya yang Mengintai di Balik Spons Cuci Piring Kotor

Demi kesehatan keluarga, tentu kebersihan rumah merupakan hal penting yang wajib diperhatikan. Hal ini tak terkecuali menyangkut kebersihan dapur, yang menjadi tempat utama untuk menyiapkan makanan kesukaan keluarga tercinta.

Diperbarui 5 September 2019

Bahaya spons cuci piring yang kotor

Demi kesehatan keluarga, tentu kebersihan rumah merupakan hal penting yang wajib diperhatikan. Hal ini tak terkecuali menyangkut kebersihan dapur, yang menjadi tempat utama untuk menyiapkan makanan kesukaan keluarga tercinta. Namun, saat membersihkan dapur, ada satu elemen yang kebersihannya sering luput dari perhatian, yakni mengenai higienitas spons cuci piring. Padahal, sponge cuci piring merupakan salah satu alat kebersihan yang sering digunakan sehari-hari. Bila Anda lalai menjaga kebersihannya, spon cuci piring ternyata bisa menjadi sumber penyakit yang membahayakan kesehatan keluarga, lho. Hal ini karena spons cuci piring sering berada dalam keadaan lembap, sehingga menjadi tempat sempurna bagi berbagai bakteri untuk berkembang biak.

Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan di University of Arizona, Amerika Serikat menemukan ada sekitar 10 juta bakteri yang hidup dalam setiap inci persegi spons dapur. Dengan kata lain, jumlah bakteri pada spons cuci piring tidak jauh berbeda dengan yang hidup di toilet Anda. Itu sebabnya, menjaga kebersihan spons cuci piring penting dilakukan untuk menghindarkan keluarga dari kontaminasi bakteri berbahaya. Ini dia beberapa bahaya kesehatan yang mungkin mengintai jika Anda lalai menjaga kebersihan sponge cuci piring.

1. Keracunan Makanan

Karena digunakan untuk membilas peralatan makan, spons cuci piring sering berada dalam keadaan lembap. Kondisi ini salah satunya dapat memicu pertumbuhan bakteri Coliform. Bahkan, diperkirakan sekitar 75% spons cuci piring terkontaminasi jenis bakteri satu ini. Bila spons dibiarkan kotor, persebaran bakteri Coliform dapat memicu keracunan dan gangguan pencernaan. Dilansir dari The New York Times, sekitar 76 juta kasus keracunan makanan juga dipicu oleh persebaran bakteri melalui spons pencuci piring.

2. Demam Tifoid

Demam tifoid, atau yang umum dikenal dengan istilah tifus, juga bisa menjadi bahaya kesehatan lain yang mengintai jika Anda tidak memperhatikan kebersihan sponge cuci piring. Demam tifoid sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, dan umumnya terjadi akibat kontaminasi makanan atau minuman kotor. Secara tak langsung, apabila spon cuci piring tidak terjaga higienitasnya, peralatan makan juga akan terkontaminasi bakteri dan memicu demam tifoid.

3. Penyakit Kolera

Dibandingkan toilet, spons cuci piring dianggap memiliki jumlah bakteri yang jauh lebih banyak. Berdasarkan fakta itu, beberapa penelitian pernah dilakukan untuk memeriksa kondisi spons cuci piring bekas. Hasilnya, riset membuktikan spon cuci bekas juga rentan ditinggali bakteri penyebab penyakit kolera. Untuk diketahui, kolera adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Sama seperti tifus, penyakit ini umumnya muncul akibat makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Spons cuci piring yang kotor dapat menyebarkan bakteri penyebab kolera pada peralatan makan, dan mengontaminasi makanan yang Anda konsumsi.

Bahaya spons cuci piring yang kotor

4. Gangguan Pencernaan

Jika Anda atau anggota keluarga terserang diare padahal merasa tidak mengonsumsi makanan sembarangan, bisa jadi spons cuci piring kotor yang Anda gunakan lah penyebabnya. Selain beberapa bakteri yang sudah disebutkan sebelumnya, spon cuci yang tidak dijaga kebersihannya juga rentan ditumbuhi jenis bakteri Escherichia coli. Seperti yang umum diketahui, bakteri E.coli memang sering ditemukan hidup di tempat-tempat lembap, termasuk spons cuci piring. Kontaminasi bakteri jenis ini dapat mengakibatkan penyakit gangguan pencernaan seperti diare.

5. Sindrom Guillain Barre

Jenis bakteri lain yang juga umum ditemukan di sponge cuci piring adalah bakteri Campylobacter, yang bisa menyebabkan sindrom Guillain-barre. Menurut seorang ahli mikrobiologi asal Inggris, Profesor Hugh Pennington, bakteri Campylobacter memang cukup umum ditemukan pada spons dapur. Jika tidak segera ditangani, sindrom Guillain-barre yang menyerang sistem saraf juga dapat menyebabkan kelumpuhan dan pelemahan sistem anggota gerak.

Untuk menghindari diri dan keluarga dari bahaya-bahaya kesehatan tersebut, tak ada salahnya melakukan langkah preventif dengan selalu menjaga kebersihan spons cuci piring yang digunakan sehari-hari. Cara menjaga kebersihan spons cuci piring pun sangat beragam, salah satunya yakni dengan memanaskan spons di dalam microwave dengan suhu tinggi selama kurang lebih dua menit. Hal ini berguna mematikan bakteri yang mungkin hidup di atasnya. Mengubah kebiasaan menyimpan spons di rendaman sabun cuci juga bisa dilakukan untuk mengurangi kelembapan dan mencegah spons cuci dihinggapi bakteri. Sebagai gantinya, Anda disarankan menyimpan sponge dalam tempat kering dan wadah tertutup.

Mencuci dengan sabun cuci piring yang sekaligus dirancang mampu menjaga kebersihan spons seperti Sunlight Higienis+ Anti Bakteri juga bisa dijadikan pilihan lain. Dengan kandungan ekstrak jeruk nipis asli dan formula antibakteri, sabun cuci piring ini tak hanya efektif mengangkat lemak di peralatan makan, namun juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri di spons jauh lebih baik dibandingkan sabun cuci piring biasa. Dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan sponge cuci piring dari bakteri, kesehatan keluarga pun akan lebih terlindungi dan terjaga!

Awalnya diterbitkan 12 Agustus 2019