Unilever logo
Cleanipedia logo

Tips Perawatan Kain Songket Agar Awet

Perawatan kain songket yang unik dan berharga sedikit berbeda dari kain jenis lain. Begini cara merawat kain songket supaya awet!

Diperbarui

Ditulis oleh Despasya Yonada

02.-Cleanipedia-Januari-2022-Header

Kain songket terkenal sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara. Kain tradisional ini berasal dari sejumlah kota di Indonesia, yaitu Palembang, Padang, Medan, Lombok, dan Lampung. Motif dan warna kain songket dari tiap kota tidak sama sehingga memberikan keunikan tersendiri. Keunikan sekaligus kelebihan lain kain songket adalah dibuat dengan tangan, yaitu ditenun menggunakan benang emas dan perak di atas bahan sutra halus.

Karena keunikannya itu, kain songket dijual dengan harga cukup mahal hingga jutaan rupiah per lembarnya. Kain songket dapat digunakan sebagai busana oleh pria maupun wanita. Selain itu, kain songket juga bisa dibingkai untuk dipajang di dinding. Karena proses pembuatan kain songket tergolong rumit, Anda perlu merawatnya secara hati-hati agar kain ini agar motif, warna, dan tekstur kain tetap awet dan tahan lama.

Tips Mencuci Kain Songket

● Cuci secara manual menggunakan tangan. Celupkan kain songket ke dalam baskom atau ember berisi air bersih. Kucek kain secara perlahan di bagian yang terlihat kotor.

● Hindari penggunaan mesin cuci, detergen, dan sikat karena bisa merusak tekstur kain songket.

● Gunakan pelembut dan pewangi Molto Ultra Care untuk melindungi serat dan warna kain songket. Ultra Care Technology pada Molto juga akan memberikan keharuman yang tahan lama pada kain.

● Jemur kain songket di tempat yang sejuk dengan sinar matahari cukup. Posisikan bagian dalam kain di luar ketika dijemur.

Tips Merawat Kain Songket

Polling

Bagaimana gaya hidup Anda saat pandemi mempengaruhi variasi noda kotor di baju Anda?

0 Suara

02-Cleanipedia-Januari-2022-Sub-Header 1

● Gunakan lapisan saat menyetrikanya. Kain songket sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan permukaan setrika yang panas agar tekstur dan warnanya tidak rusak. Gunakan kain tipis yang diletakkan di atas kain songket untuk melicinkannya usai dicuci dan dijemur.

● Simpan dengan cara digantung. Ya, hindari melipat kain songket yang sudah disetrika. Hal ini bisa membuat bekas lipatan hingga menyebabkan benang-benang pada kain terputus.

● Simpan dengan cara digulung. Ini adalah alternatif penyimpanan kain songket yang lain. Selain menghemat tempat di dalam lemari, kain songket yang digulung tidak mudah rusak.

● Ganti puring atau lapisan dalam kain songket setiap setahun sekali. Bagian ini bersentuhan langsung dengan kulit pengguna sehingga mudah lusuh.

● Gunakan biji merica untuk menjauhkan kutu, jamur atau rengat dari kain songket. Taruh biji merica di dalam plastik yang sudah dilubangi kecil-kecil, lalu gantung di dekat tempat penyimpanan songket. Hindari menyemprotkan bahan kimia apa pun ke kain karena bisa menimbulkan noda yang tak bisa hilang.

● Setiap usai dipakai, kain songket jangan langsung disimpan ke tempatnya. Jemur dulu kain songket dengan cara diangin-anginkan agar kelembapannya hilang. Jemur dengan bagian dalam di luar, ya.

● Jika Anda punya banyak koleksi kain songket, rajin-rajinlah mengeluarkan dan menjemurnya, ya. Ini penting untuk menghilangkan kelembapan akibat disimpan terlalu lama di dalam lemari.

Ternyata perawatan kain songket tidak terlalu susah, ya. Yuk, terus bangga menggunakan salah satu kekayaan budaya Nusantara ini!

Awalnya diterbitkan