Unilever logo
Cleanipedia logo

5 Ide Kerajinan Daur Ulang dari Bahan Plastik dan Kertas

Punya sampah plastik dan kertas sebaiknya jangan langsung dibuang begitu saja, lantaran Anda masih memanfaatkannya untuk dijadikan sebuah kerajinan

Diperbarui

Ditulis oleh Admin

10. Cleanipedia April 2022 Header

Durasi Baca 4 - 5 Menit

Di tangan orang-orang kreatif, barang-barang bekas bisa disulap menjadi sebuah kerajinan daur ulang yang punya nilai ekonomi. Tidak sedikit seniman di luar sana yang memanfaatkan sampah plastik dan kertas untuk dijadikan sebuah karya seni yang menakjubkan.  Dalam hal ini, para seniman tersebut mendaur ulang sampah plastik dan kertas yang sudah tidak terpakai untuk diubah menjadi sebuah produk baru yang memiliki nilai jual. 

Macam-macam bahan daur ulang yang bisa dijadikan kerajinan

Kerajinan dari bahan daur ulang bisa menjadi peluang bisnis yang mudah bagi Anda. Anda tidak perlu harus repot-repot mencari bahan daur ulang karena ada banyak sekali sampah rumah tangga yang dapat didaur ulang menjadi beragam kerajinan. Selain bisa menjadi peluang bisnis modal kecil untung besar, kerajinan dari bahan daur ulang juga bisa berdampak positif terhadap lingkungan sekitar. Dengan mendaur ulang sampah plastik, Anda sudah ikut berkontribusi dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan dan mengurangi jumlah sampah plastik.

Dari banyaknya sampah plastik dan kertas yang ada di masyarakat, Anda bisa memilah bahan-bahan plastik dan kertas apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan.

  • Botol Plastik Bekas

Bahan daur ulang pertama yang bisa Anda manfaatkan adalah botol plastik bekas. Anda bisa menggunakan bahan plastik satu ini untuk dijadikan berbagai macam kerajinan. Contoh kerajinan daur ulang dari botol plastik bekas di antaranya adalah mainan robot, celengan anak, keranjang sampah, pot tanaman, hingga tempat pensil. Hasil kerajinan dari sampah botol plastik ini nantinya bisa Anda tawarkan ke orang lain atau hanya untuk keperluan sehari-hari di rumah saja.

  • Sedotan Bekas

Sampah plastik yang bisa dijadikan kerajinan selanjutnya adalah sedotan bekas. Saat ini, sedotan plastik bekas semakin jarang digunakan lantaran restoran-restoran sudah jarang menyediakan sedotan plastik dan menggantinya dengan sedotan berbahan stainless steel sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik.

Sebagian besar hasil kerajinan daur ulang dari sedotan bekas biasanya hanya digunakan untuk keperluan pribadi dan bukan untuk dijual kepada masyarakat. Contoh kerajinan daur ulang dari sedotan bekas di antaranya adalah hiasan berbentuk bunga, pot bunga, taplak meja, bingkai foto, hingga lampu tidur.

  • Kertas Karton atau Kardus Bekas

Selain memanfaatkan sampah plastik seperti sedotan dan botol plastik, Anda juga bisa menyulap kertas karton atau kardus bekas menjadi kerajinan dari bahan daur ulang. Bagaimana caranya?

Anda bisa memanfaatkan kertas karton atau kardus bekas untuk dijadikan kerajinan paper bag, hiasan dinding, amplop, dan bingkai foto. Untuk membuat berbagai kerajinan ini, Anda hanya perlu menyiapkan kertas karton atau kardus bekas. Kedua bahan ini pun tidak sulit Anda temukan.

  • Kemasan Plastik Bekas

Sampah kemasan plastik juga bisa Anda manfaatkan sebagai bahan kerajinan daur ulang. Tipe kemasan plastik yang biasanya diubah menjadi kerajinan daur adalah kemasan plastik berukuran sachet, seperti kemasan kopi dan minuman lainnya dan kemasan sabun, sampo, atau deterjen.

Produk detergen Rinso dan pembersih lantai Wipol berukuran pouch juga bisa Anda gunakan sebagai bahan kerajinan. Tidak hanya itu, kedua produk ini pun bahkan menggunakan bahan daur ulang untuk kemasannya.

Contoh kerajinan daur ulang dari kemasan Rinso dan Wipol pouch yang bisa Anda buat di antaranya dompet, sampul buku, tas, dan tempat pensil.

Dengan mendaur ulang bahan-bahan plastik dan kertas yang ada di rumah, Anda sudah ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekitar. Sama halnya seperti Anda menggunakan produk Rinso dan Wipol pouch yang kemasannya terbuat dari bahan daur ulang guna mengurangi limbah plastik yang dihasilkan oleh sampah rumah tangga.

Awalnya diterbitkan