Selain Bunga Rafflesia, Ini 5 Jenis Bunga Terbesar di Dunia

Terdapat spesies bunga terbesar di dunia selain rafflesia. Bunga apa saja itu dan bagaimana habitatnya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Diperbarui

Selain Bunga Rafflesia, Ini 5 Jenis Bunga Terbesar di Dunia

Bunga Rafflesia Arnoldi bukanlah satu-satunya jenis bunga terbesar. Terdapat jenis bunga lain yang tidak kalah unik dan besarnya dari bunga tersebut. Apa saja bunga itu dan di mana kita bisa menemukannya? Apakah bunga raksasa tersebut juga perlu dilestarikan seperti bunga Rafflesia? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

1. Rafflesia Arnoldii

Selain Bunga Rafflesia, Ini 5 Jenis Bunga Terbesar di Dunia

Tidak lengkap rasanya bila kita berbicara tentang bunga terbesar di dunia tanpa membahas bunga Rafflesia Arnoldi. Dikenal juga sebagai bunga Padma raksasa, Rafflesia Arnoldii memiliki diameter sekitar 1 meter dengan berat mencapai 24 kg. Bunga ini hanya dapat tumbuh di hutan hujan primer. Terdapat 17 spesies bunga Rafflesia dengan ukuran yang sama-sama besar. Nama bunga ini sendiri diambil dari nama pemimpin ekspedisi hutan hujan, yaitu Thomas Stamford Raffles. 

Bunga Rafflesia hanya bisa tumbuh di Indonesia, terutama Pulau Sumatera dan Kalimantan. Bunga ini tidak memiliki daun atau akar dan tumbuh sebagai parasit, artinya bunga ini mengambil makanan dari tumbuhan yang hidup disekitarnya. Bunga ini pun dianggap sebagai spesies langka karena hanya mampu hidup di habitat tertentu serta tidak mudah tumbuh. Bunga Rafflesia sering dianggap sebagai bunga bangkai karena aroma tak sedap yang dikeluarkannya. Padahal bunga ini merupakan bunga parasit dan berbeda jenis dengan bunga bangkai atau Titan Arum.

2. Amorphophallus Titanum (Bunga Bangkai)

NA

Nama lain dari bunga ini yaitu Titan Arum dan sering dianggap serupa dengan bunga Rafflesia. Diameter bunga ini bisa mencapai 1,2 meter dengan tinggi sekitar 3 meter. Karena bau busuk yang dikeluarkannya, bunga ini disebut juga sebagai bunga bangkai. Titan Arum memiliki ratusan tunas pada satu tangkai dan mampu mekar setiap 7 – 10 tahun sekali. Dalam satu kurun waktu, daun ini hanya akan mampu memunculkan satu daun saja. Daunnya pun berukuran tak kalah besar dengan lebar sekitar 4,5 meter dan panjang hingga 6 meter. Titan Arum memiliki umbi yang berbentuk bulat dengan berat yang bisa mencapai 70 kg.

Seperti Rafflesia Arnoldi, Titan Arum hanya mampu tumbuh di daerah dengan intensitas hujan tinggi seperti hutan hujan di Sumatera. Sayangnya, keberadaan bunga ini semakin terancam karena maraknya penebangan hutan di pulau tersebut. Karena kelangkaannya lah, bunga ini menjadi salah satu bunga yang dilindungi di Indonesia.  

3. Helianthus Annuus

NA

Disebut juga sebagai bunga matahari, Helianthus Annuus dianggap sebagai salah satu bunga terbesar. Bunga ini mampu tumbuh hingga mencapai 12 kaki atau 3 meter dengan diameter 0,6 meter. Bahkan ada bunga matahari yang berhasil tumbuh dengan tinggi lebih dari 9 meter yang ditanam oleh pria berkebangsaan Jerman, Hans-Peter Schiffer. Kebanyakan jenis bunga besar biasanya ditemukan di hutan hujan terpencil atau kebun botani, tapi berbeda dengan bunga matahari yang dapat tumbuh di tempat yang lebih umum dengan paparan sinar matahari yang cukup tinggi.  

4. Corypha Umbraculifer

NA

Bunga ini lebih dikenal dengan sebutan Talipot Palm. Corypha Umbraculifera dapat tumbuh dengan tinggi yang mencapai 25 meter. Bunga ini tidak tumbuh dalam satu tangkai, tapi melalui cabang kecil yang menempel pada tangkai utama. Sekilas Corypha Umbraculifera ini nampak seperti pohon daripada bunga. Namun, karena terdapat bunga cabang, maka tanaman ini dikategorikan sebagai bunga. Bunga ini hanya mampu tumbuh sekali dengan jumlah yang mencapai 30 hingga 80 sebelum akhirnya mati. Umumnya bunga ini dapat ditemukan di daerah Sri Lanka, India, dan negara-negara di Asia Tenggara seperti Kamboja, Thailand, dan Myanmar. 

5. Puya Raimondi (Queen of the Andes)

NA

Spesies bunga ini mudah ditemukan di wilayah Peru dan Bolivia. Pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan asal Perancis bernama Alcide d’Orbigny pada tahun 1830. Puya Raimondi memiliki ujung yang runcing dengan tinggi yang bisa mencapai 10 meter dan memerlukan waktu 80-150 tahun untuk berbunga. Saat berbunga, Puya Raimondi akan menghasilkan lebih dari 8.000 bunga berwarna putih kehijauan yang nantinya akan berubah menjadi keunguan ketika usia bunganya bertambah. 

Itulah spesies bunga terbesar di dunia yang perlu Anda ketahui selain Rafflesia Arnoldi dan Titan Arum. Apakah Anda pernah melihat bunga-bunga ini secara langsung?

Awalnya diterbitkan