Unilever logo
Cleanipedia logo

Kenali Penyebab dan Dampak Pencemaran Tanah

Limbah dan kebakaran merupakan penyebab pencemaran tanah. Apa saja dampak pencemaran tanah tersebut?

Diperbarui

Ditulis oleh Admin

07-Cleanipedia-Juni-2022-Header

Tanah memiliki peranan penting dalam kehidupan di bumi sebagai penyedia unsur hara, air, dan penopang akar pohon. Tanah juga menjadi habitat hidup bagi mikroorganisme, hewan, juga manusia. Namun, sama seperti air dan udara, tanah berisiko terkena polusi atau pencemaran. Penyebab pencemaran tanah dipicu oleh paparan bahan kimia, pestisida, limbah, sampah, dan kontaminan lainnya. Dampak pencemaran tanah pun tidak bisa dianggap sepele karena berpengaruh langsung terhadap seluruh ekosistem.

Pengertian Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan suatu kondisi di mana tanah kehilangan komponen alaminya akibat tumpukan zat kimia berbahaya. Zat kimia tersebut bersifat polutan sehingga menjadi penyebab pencemaran tanah dan menghilangkan kesuburannya. Bahkan, dampak pencemaran tanah tersebut dapat memengaruhi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan bagian ekosistem lainnya.

Sama seperti pemanasan global, kepunahan satwa, dan perubahan iklim, pencemaran tanah ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang serius di dunia. Penyebab pencemaran tanah juga bisa dipicu oleh polusi air dan udara. Hal tersebut dapat terjadi karena dua jenis polusi tersebut mampu membawa zat polutan yang nantinya diserap oleh tanah. Zat polutan tidak hanya akan mencemari tanah, tapi juga merusak air tanah yang tersimpan.

Terdapat indikator dan ciri tersendiri untuk mengetahui apakah tanah telah mengalami pencemaran atau tidak. Bila dilihat dari sisi indikator, penyebab pencemaran tanah bisa diketahui melalui indikator berikut ini.

Indikator Biologi

Suatu tanah dikatakan subur jika terdapat cacing tanah di dalamnya. Bila tidak ada hewan yang hidup dalam tanah tersebut, maka bisa dipastikan tanah telah terkontaminasi oleh zat polutan dengan konsentrasi cukup tinggi.

Indikator Fisika

Berdasarkan indikator ini, pencemaran tanah bisa ditilik dari kedalaman lapisan atas tanah, porositas, endapan pada tanah, tekstur tanah, dan warna tanah.

Indikator Kimia

Menganalisa penyebab pencemaran tanah bisa diketahui secara kimiawi dari kandungan logam berat, kandungan senyawa kimia organik, zat radioaktif, kadar pH, kandungan fosfor nitrogen, dan salinitas.

Sementara dilihat dari ciri-cirinya, inilah kondisi tanah yang tercemar:

  • pH di bawah 6 (asam) atau di atas 8 (basa), sedangkan pH tanah subur minimal 6 dan maksimal 8

  • Mengandung sampah anorganik dan logam berat

  • Berbau busuk

  • Kering

  • Tidak subur

Apa Saja Penyebab Pencemaran Tanah?

Sangat penting untuk mengetahui apa saja penyebab dan dampak pencemaran tanah bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Dengan begitu, kita mampu mencegah terjadinya masalah lingkungan tersebut. Penyebab pencemaran tanah sendiri bisa dipicu oleh beberapa hal, antara lain:

  • Limbah Organik dan Anorganik

Limbah organik artinya limbah yang dapat terurai alami dengan bantuan mikroorganisme pengurai dalam tanah. Pada dasarnya, limbah ini tidak terlalu berbahaya. Namun, paparan limbah organik dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pencemaran tanah. Contohnya yaitu tanah yang terdapat pada pembuangan sampah akhir. Tanah tersebut sudah tidak bisa lagi dijadikan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman. Limbah organik juga bisa ditemukan dalam limbah industri kecil, limbah industri rumah tangga, dan lainnya.

Sementara itu, limbah anorganik adalah limbah yang sulit untuk terurai seperti sampah botol, kaleng, dan plastik. Bahkan, dibutuhkan waktu sampai ratusan tahun hingga jenis sampah ini benar-benar terurai dengan sendirinya. Selain menjadi penyebab pencemaran tanah, limbah anorganik membuat lingkungan menjadi kotor. Limbah anorganik sebenarnya bisa dimusnahkan dengan cara dibakar. Sayangnya, residu dari pembakaran tersebut akan memicu polusi udara.

  • Limbah Cair dan Limbah Rumah Tangga

Dua limbah ini menjadi salah satu faktor terbesar penyebab pencemaran tanah. Limbah cair biasanya dihasilkan oleh aktivitas industri zat kimia yang berbahaya. Selain memberikan dampak pencemaran tanah, limbah cair juga mampu mencemari air tanah dan air permukaan. Sektor industri juga berpotensi menghasilkan limbah padat yang berasal dari potongan besi, pengolahan kertas, dan bahan sisa produksi lainnya.  

limbah rumah tangga merupakan limbah yang umum dihasilkan dalam aktivitas rumah tangga. Contoh dari limbah rumah tangga yaitu air detergen bekas cuci baju, air karbol untuk mengepel lantai, dan air bekas cuci piring. Itu sebabnya limbah ini menjadi penyebab pencemaran tanah terbesar.

  • Limbah Pertanian

Meski hasil pertanian berperan penting dalam kehidupan manusia, proses bertani sendiri dapat menjadi penyebab pencemaran tanah. Terlebih lagi, aktivitas pertanian bisa menghasilkan limbah yang berbahaya jika petani menggunakan pupuk kimia dan zat pengusir hama seperti pestisida.

Jika pestisida dan pupuk kimia digunakan, keduanya dapat meresap langsung ke tanah sehingga merusak struktur dan jaringan dalam tanah. Pada akhirnya, tanah tidak akan subur kembali dan tercemar sehingga tidak lagi cocok menjadi media bercocok tanam atau bertani.

  • Kebakaran Hutan

Aktivitas manusia bisa memicu kebakaran hutan. Kebakaran ini dapat menjadi penyebab terjadinya pencemaran tanah. Setelah terjadi kebakaran, hutan akan sulit ditumbuhi kembali oleh tanaman. Ini terjadi karena unsur atau zat penting dalam tanah menjadi mati karena ikut terbakar oleh api.

  • Bencana Alam

Bencana alam tidak hanya berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia, tetapi juga ekosistem lain seperti tanah. Tanah berisiko mengalami pencemaran karena terjadi pengikisan unsur tanah saat terjadi bencana. Contohnya ketika terjadi banjir. Unsur hara yang terkandung dalam tanah akan terbawa arus banjir sehingga menyebabkan pencemaran tanah.

Selain banjir, bencana seperti gunung meletus juga memiliki dampak terhadap pencemaran tanah. Tanah yang tertutup pasir, abu vulkanik, dan bahan berbahaya lain yang dikeluarkan gunung berapi mampu membuat tanah menjadi kering. Meski begitu, seiring berjalannya waktu, tanah yang tercemar oleh material gunung berapi akan menjadi lebih gembur dan subur.

Apa Saja Dampak Pencemaran Tanah Bagi Kehidupan?

Dampak pencemaran tanah bisa menimpa manusia, hewan, dan tumbuhan. Berikut penjelasan selengkapnya.

Dampak Pencemaran Tanah pada Manusia

Dampak negatif yang terasa akibat pencemaran tanah akan berbeda, tergantung dari beberapa faktor seperti usia dan intensitas paparan oleh pencemaran tersebut. Sebagai contohnya, anak-anak berisiko mendapatkan dampak pencemaran tanah karena mereka sering bermain tanah tanpa pengawasan orang tua.  Selain itu, gas yang keluar dari tanah dan terbawa oleh udara lalu terhirup oleh manusia juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.

Air yang menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia menjadi tercemar akibat adanya pencemaran tanah. Bayangkan jika Anda mengonsumsi sumber air tanah yang tercemar untuk mencuci, minum, mandi, dan kebutuhan lainnya. Pastinya Anda akan terkena dampak negatif dari kondisi ini, khususnya dari segi kesehatan.

Dampak pencemaran tanah pada manusia bisa memicu munculnya penyakit jangka pendek dan jangka panjang. Penyakit jangka pendek meliputi:

  • Iritasi mata

  • Kelelahan

  • Sakit Kepala

  • Sakit Dada

  • Ruam di kulit

  • Kelelahan

  • Permasalahan pada pernapasan khususnya di bagian paru-paru

Bila terpapar berkepanjangan, pencemaran tanah dapat memicu munculnya penyakit berbahaya berikut:

  • Kanker yang muncul akibat tubuh yang terpapar zat kimia berbahaya seperti benzena dan bensin

  • Kerusakan sistem saraf

  • Kerusakan ginjal

  • Kerusakan hati

  • Penyumbatan neuromuscular sehingga memicu depresi

Hewan

Dampak pencemaran tanah juga dapat dirasakan oleh makhluk hidup lainnya, seperti hewan. Akibatnya, pencemaran tersebut memengaruhi jaringan atau lapisan rantai makanan dan berdampak negatif pada hewan pemangsa. Hewan yang sering mengonsumsi makanan dari tanah akan terserang penyakit dan menyebabkan kematian. Jika terjadi terus menerus, tidak menutup kemungkinan hewan-hewan itu akan mengalami kepunahan secara massal.

Tanaman

Sudah jelas dampak pencemaran tanah juga menimpa tanaman. Tanaman akan sulit tumbuh dan berisiko ikut menyerap zat pencemar dalam tanah. Meski bisa diatasi oleh kecanggihan teknologi masa kini, biaya penanganannya sangatlah tinggi. Kandungan yang dimiliki oleh tanaman tersebut juga tidak lagi baik untuk dikonsumsi. Tanaman yang menyerap kandungan polutan dalam tanah juga mengandung racun dan berisiko mengancam kesehatan orang yang mengonsumsinya.

Tanaman yang ditanam di tanah yang berdekatan dengan area pelabuhan, industri, dan tempat pembuangan akhir berpotensi terkena dampak pencemaran oleh limbah. Selain itu, pencemaran tanah juga dapat menyebabkan tanah terlalu kering sehingga tanaman yang ditanam akan lebih cepat mati.

Solusi untuk Mengatasi Dampak Pencemaran Tanah

Solusi efektif sangatlah diperlukan agar tidak memperparah dampak pencemaran tanah di atas. Solusi tersebut hadir dalam cara-cara berikut ini.

  • Hindari Aktivitas Pertanian Berlebihan

Petani disarankan untuk mengurangi atau menghindari penggunaan zat kimia berbahaya sebagai pupuk dan pembasmi hama. Zat kimia tersebut berkontribusi terhadap pencemaran tanah di lahan pertanian. Selain itu, pencabutan rumput atau tanaman lain secara berlebihan di area pertanian juga dapat memicu erosi dan banjir. Jadi, pastikan aktivitas pertanian ditakar dengan tepat untuk menghindari dampak pencemaran tanah.

  • Pencucian Tanah

Solusi ini bermanfaat untuk menghilangkan polutan yang berada dalam tanah. Cara melakukan pencucian tanah bisa menggunakan air bersih. Pisahkan juga tanah yang belum dan sudah terkontaminasi. Melalui pencucian tanah ini, Anda berkontribusi dalam melestarikan lingkungan tanpa harus melakukan penggalian.

  • Bioremediasi

Metode ini bisa dilakukan dengan bantuan mikroorganisme yang mampu menyuburkan tanah. Nantinya, mikroorganisme tersebut dapat mengurangi zat polutan serta mengembalikan kesuburan tanah. Namun, solusi ini memerlukan temperatur yang sesuai serta kandungan nutrisi dan oksigen yang baik dalam tanah agar mikroorganisme dapat menjalankan fungsinya.

  • Berkebun secara Organik

Anda bisa memulai kebiasaan berkebun secara organik. Kebun organik biasanya tidak menggunakan zat kimia berbahaya. Selain itu, hasil kebun juga tidak akan terkontaminasi zat polutan sehingga aman dikonsumsi dan baik bagi kesehatan.

  • Jangan Buang Sampah Sembarangan

Solusi sederhana ini mampu mengurangi dampak pencemaran tanah. Itulah mengapa membuang sampah pada tempatnya sangat penting untuk menghindari berbagai jenis pencemaran. Jangan lupa juga untuk selalu memisahkan sampah berdasarkan jenisnya agar mempermudah proses pengolahan. Kurangi juga penggunaan produk berkemasan agar mengurangi penumpukan sampah anorganik.  

  • Gunakan Produk Ramah Lingkungan

Di zaman sekarang ini, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya penggunaan produk yang ramah lingkungan. Jenis produk tersebut berdampak positif pada kelangsungan lingkungan hidup sekaligus mengurangi risiko pencemaran. Menyadari tingginya peminat pada produk ramah lingkungan, Unilever bersama Lazada bekerjasama menyediakan produk-produk tersebut agar mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.

Unilever menghadirkan produk yang ditandai dengan label easy green. Artinya, produk dengan label tersebut memenuhi kriteria ramah lingkungan. Beberapa kriteria itu meliputi formulasi yang dapat terurai secara alami, sampah plastik yang dapat didaur ulang, serta terdapat pengurangan Gas Rumah Kaca (GRK). Kriteria ini berperan penting sebagai indikator bahwa produk Unilever mampu mengurangi dampak pencemaran tanah dan lingkungan secara keseluruhan. Anda bisa dengan mudah menemukan beragam produk berlabel easy green dari Unilever dengan mengunjungi official store Unilever di Lazada.

Dibutuhkan usaha ekstra untuk mengurangi dampak pencemaran tanah. Sebagai masyarakat yang peduli akan kelestarian lingkungan, Anda dapat menerapkan solusi di atas dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Anda berkontribusi dalam usaha pelestarian lingkungan sekaligus terhindar dari dampak pencemaran tanah yang berbahaya.

Awalnya diterbitkan