Bagaimana cara menghemat air bersih di rumah?

Pemakaian air secara tepat ketika gosok gigi, mandi, berkebun, dan mencuci membantu mengirit air bersih. Simak pula tips mendaur ulang air bersih di sini.

Diperbarui

bagaimana cara menghemat air bersih di rumah

Dalam banyak kasus, air terbuang sia-sia di rumah hanya karena penghuni rumah kurang memahami cara-cara sederhana pemanfaatan dan penghematan air. Sesedikit apa pun, air bersih sepatutnya tidak dibiarkan terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara lebih optimal. Secara umum, Anda bisa berpatokan pada prinsip, “Kurangi air bersih keluar dari keran, pikir dua kali sebelum membuang air yang sudah keluar dari keran.”

Kurangi air bersih yang keluar dari keran dan pikir dua kali sebelum membuang air yang sudah keluar dari keran. Gunakan produk-produk untuk mencuci pakaian dan peralatan dapur yang mampu bekerja cepat dan mudah dibilas.

Mengapa kita harus menghemat air?

Tingkat penggunaan air terkait dengan besaran yang akan Anda lihat di tagihan akhir bulan, terlepas apakah Anda mengandalkan pasokan dari perusahaan penyedia air bersih atau menggunakan pompa air tanah. Gaya hidup hemat air bersih bisa diterapkan tanpa mengorbankan kebersihan dan kualitas sanitasi di rumah.

Dampak penyalahgunaan air yang lebih besar bisa berupa kerusakan lingkungan dan kelangkaan air. Eksploitasi air tanah yang disedot dengan pompa air dalam jangka panjang bisa memengaruhi ketersediaan air dan keseimbangan di dalam tanah jika tidak dibarengi dengan upaya meresapkan kembali air ke tanah. Bukan hanya manusia yang bisa merasakan manfaat menghemat air, tumbuhan dan hewan pun bisa.

10 cara menghemat air di rumah

Berikut ini tips hemat air bersih yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Ketika mengisi bak mandi, matikan keran sebelum bak mandi benar-benar penuh sampai mencapai bibir bak. Hindari meninggalkan keran terbuka karena hampir pasti Anda akan lupa menutupnya sehingga air tumpah-tumpah terbuang.
  2. Mandi dengan shower bisa menghemat air hingga 65% dibanding mandi dengan gayung atau berendam.
  3. Tutup keran wastafel ketika mencuci muka, menggosok gigi, dan bercukur.
  4. Gunakan mesin cuci untuk setumpuk pakaian kotor sekaligus, pilih setelan siklus tersingkat dan fitur ramah lingkungan jika tersedia. Fitur ini akan melakukan penghematan air dengan memakai air lebih sedikit tanpa memengaruhi hasil cucian. Gunakan detergen berkualitas, seperti Rinso, dan pewangi pakaian yang hanya memerlukan sekali bilas, seperti Molto yang mampu menghemat sekitar 20 liter air bersih.
  5. Manfaatkan air bekas mencuci pakaian untuk membersihkan kaca jendela atau mencuci sepeda si kecil, bekas mencuci sayuran dan buah-buahan untuk menyiram tanaman, tampungan air hujan untuk mencuci kendaraan, tetesan kondensasi AC untuk mengisi setrika uap (air hasil kondensasi merupakan air murni).
  6. Sebisa mungkin hindari pemakaian selang untuk berkebun dan mencuci kendaraan.
  7. Pagi atau sore hari merupakan waktu yang lebih tepat untuk menyiram tanaman karena lebih banyak air terserap dan lebih sedikit yang menguap daripada siang hari.
  8. Segera perbaiki pipa bocor atau keran rusak. Kebocoran berpotensi membuang percuma hingga 13 liter air per hari.
  9. Gunakan air bersih yang ditampung di ember atau wastafel untuk langkah awal mencuci piring dan peralatan masak. Anda baru membutuhkan air mengalir ketika membilas. Mesin cuci piring mampu menghemat lebih banyak air, ketahui cara kerjanya di sini /[link to dishwasher article].
  10. Pasang sambungan penghemat air pada ujung keran wastafel dan pancuran mandi. Sambungan semacam ini mampu membantu Anda hemat air bersih hingga 50%.
  • Cuci pakaian di mesin cuci sekaligus ketika cucian banyak dan pilih fitur hemat air jika tersedia
  • Manfaatkan air bekas mencuci dan tampungan air untuk tujuan lain yang sesuai
  • Pipa bocor dan keran rusak bisa membuang sia-sia 13 liter air per hari
  • Awalnya diterbitkan