Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja bisa menjadi ancaman serius bagi lingkungan sekitar. Tak hanya menyebabkan banjir atau mengurangi nilai estetika saja, kebiasaan menimbun sampah ternyata juga memberikan dampak buruk bagi diri kita sendiri. Apalagi jika sampah yang dihasilkan adalah jenis sampah anorganik atau yang tidak bisa terurai, tentu sampah jenis ini akan mencemari lingkungan sekitar.

Yuk, jangan biarkan tumpukan sampah terus tertimbun di sekitar tempat tinggal kita. Ketahui bahaya menimbun sampah berikut ini supaya Anda lebih waspada terhadap kebiasaan menimbun sampah.

1. Menjadi Sarang Bakteri, Serangga, dan Hama

Sudah menjadi rahasia umum jika bakteri, serangga, dan berbagai jenis hama menjadikan sampah sebagai tempat berkembang biak yang paling ideal. Lalat yang singgah di tumpukan sampah yang ada di sekitar rumah Anda akan terbang dan hinggap di makanan yang Anda siapkan di atas meja makan. Mengonsumsi makanan yang dihinggapi lalat meningkatkan risiko infeksi bakteri salmonella yang dapat mengakibatkan demam, keracunan makanan, sampai gastroenteritis.

2. Meningkatkan Risiko Penyakit Pernapasan

Sampah mampu menghasilkan luapan yang merupakan polusi udara. Tubuh yang terpapar oleh polusi lama kelamaan akan menderita penyakit pernapasan. Zat beracun hasil luapan sampah antara lain adalah karbon dioksida, dinitrogen oksida, dan metana. Polusi yang dihasilkan dari tumpukan sampah ditandai dari bau tak sedap yang umumnya berasal dari limbah cair atau sampah yang mulai terurai.

3. Mencemari Air di Lingkungan Sekitar

Bukan tidak mungkin jika timbunan sampah di rumah akan hanyut ke sungai saat hujan. Kondisi ini tentu saja akan mencemari kualitas air. Tak hanya menjadikan air tersebut jadi tidak layak untuk dikonsumsi, pencemaran sampah pada air dapat mempengaruhi semua ekosistem, seperti ikan atau hewan lain yang minum dari air yang tercemar sampah. Ketika kita mengonsumsi ikan atau hewan tersebut, secara tidak langsung kita turut tercemar oleh zat beracun.

4. Risiko Penyakit Tertentu

Ketika Anda memiliki kebiasaan menimbun tumpukan sampah untuk waktu yang lama, sampah tersebut lama-lama akan mengeluarkan zat beracun. Apabila zat beracun ini bersentuhan dengan kulit, maka Anda berisiko terkena penyakit kulit.

Penyakit lain yang disebabkan dari kebiasaan buruk menimbun sampah dapat disebabkan dari gigitan hewan yang bersarang di sampah tersebut. Misalnya, sampah juga merupakan tempat ideal bagi nyamuk demam berdarah, ketika Anda digigit oleh nyamuk itu, Anda berpotensi terkena penyakit demam berdarah.

5. Mengancam Kesejahteraan Masyarakat

Pernahkah Anda ingin bersantai di taman kota tapi yang tercium justru bau busuk dari tumpukan sampah yang mungkin ada di sekitar taman tersebut? Hal ini membuktikan bahwa kebiasaan menimbun sampah dapat mengancam kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya mengurangi estetika tata kota saja, tetapi juga membuat kita merasa tidak nyaman.

Sampah yang terus tersebar di penjuru kota juga membawa dampak negatif bagi income pemerintah kota tersebut. Wisatawan dari luar kota atau luar negara sudah pasti enggan mengunjungi tempat yang kotor dan tercemar oleh sampah-sampah bau.

Bahaya menimbun tumpukan sampah ini harus kita waspadai sejak saat ini. Kurangi produksi sampah anorganik dengan memakai wadah atau kemasan yang sifatnya mudah terurai saja. Selain itu, buanglah sampah rumah tangga setiap hari. Hindari menimbun sampah berhari-hari jika Anda ingin hidup di lingkungan yang bersih dan sehat. Ingat, membuang sampah pada tempatnya secara tepat waktu adalah bagian dari usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekitar.