Cara menghemat listrik di rumah

Hemat energi tak hanya menghemat kantong Anda tapi juga tanda bahwa Anda peduli lingkungan. Kenali caranya lebih dalam.

Diperbarui 30 Agustus 2019

Setiap rumah tangga dapat berperan dalam mengurangi pemakaian energi listrik melalui perubahan kebiasaan sehari-hari. Manfaat penghematan energi listrik berupa tagihan listrik yang lebih rendah bisa langsung dirasakan setiap rumah tangga.

Cara menghemat energi listrik berikut ini akan membuktikan bahwa perubahan kebiasaan yang sering dianggap remeh pun bisa membantu menekan konsumsi listrik di rumah. Anda juga akan mengetahui bahwa perilaku hemat listrik tidak menurunkan kualitas hidup. Produk-produk hemat listrik di pasaran juga bisa menolong anggaran rumah tangga Anda dalam jangka panjang.

Perubahan kebiasaan memakai listrik sekecil apa pun berkontribusi menekan tagihan listrik. Matikan perangkat elektronik saat tidak dipakai, pilih perangkat bersertifikat hemat energi, dan hindari memakai fitur stand by merupakan cara menghemat listrik.

Mengapa kita harus menghemat energi listrik?

Sebagian besar listrik dihasilkan oleh bahan bakar fosil. Karena ketersediaan bahan bakar jenis ini terbatas, maka ketersediaan listrik pun terbatas. Sementara pembangkit listrik alternatif terus dikembangkan di Indonesia, pembangkit listrik konvensional terus membakar bahan bakar dan melepaskan emisi ke lingkungan.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengurangi 10% pemakaian listrik lebih mudah daripada memproduksi 10% energi listrik baru yang memerlukan dana Rp450 triliun dan menimbulkan konsekuensi lingkungan. Oleh karenanya, hemat energi listrik merupakan pilihan yang lebih masuk akal diterapkan.

Cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari

Tips hemat listrik yang paling dasar ketika memakai peralatan elektronik adalah sebagai berikut:

  • Matikan saat tidak dipakai
  • Pilih perangkat yang bersertifikat hemat energi
  • Hindari meninggalkan perangkat dalam keadaan stand by

Mengapa kita harus menghemat energi listrik?

Sebagian besar listrik dihasilkan oleh bahan bakar fosil. Karena ketersediaan bahan bakar jenis ini terbatas, maka ketersediaan listrik pun terbatas. Sementara pembangkit listrik alternatif terus dikembangkan di Indonesia, pembangkit listrik konvensional terus membakar bahan bakar dan melepaskan emisi ke lingkungan.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengurangi 10% pemakaian listrik lebih mudah daripada memproduksi 10% energi listrik baru yang memerlukan dana Rp450 triliun dan menimbulkan konsekuensi lingkungan. Oleh karenanya, hemat energi listrik merupakan pilihan yang lebih masuk akal diterapkan. Itulah mengapa kita harus menghemat energi.

Cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari

Tips hemat listrik yang paling dasar ketika memakai peralatan elektronik adalah sebagai berikut:

  • Matikan saat tidak dipakai
  • Pilih perangkat yang bersertifikat hemat energi
  • Hindari meninggalkan perangkat dalam keadaan stand by

Lampu

  • Urutan jenis lampu dari yang paling boros sampai yang paling hemat energi listrik: bohlam/pijar, compact fluorescent lamp (CFL), light-emitting diode (LED). Untuk menghasilkan tingkat penerangan yang sama, bohlam memerlukan hampir 10 kali lipat energi listrik lampu LED. Contohnya, bohlam 60W setara dengan LED 7W. Harga lampu LED memang lebih tinggi, tetapi jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang dan 40 kali lebih awet daripada bohlam. Ini tentu efektif sebagai cara menghemat energi listrik.
  • Bersihkan lampu secara berkala.
  • Beberapa titik penerangan berdaya rendah di satu ruang lebih baik daripada satu titik berdaya besar. Cara ini juga lebih baik bagi mata.
  • Di ruangan besar, hindari memusatkan kontrol semua lampu pada satu sakelar agar Anda tidak perlu menyalakan semua lampu jika ingin memakai hanya sebagian ruangan.

Kulkas

  • Pastikan pintu kulkas selalu tertutup rapat dan hanya dibuka seperlunya.
  • Atur temperatur kulkas sesuai keperluan.
  • Hindari menjejali kulkas dengan terlalu banyak isi.
  • Hindari memasukkan makanan/minuman panas.
  • Letakkan kulkas jauh dari sumber panas dan tidak terlalu mepet ke tembok agar sirkulasi udara di belakangnya lancar.
  • Bersihkan kondensor secara rutin.

AC

  • Tutup pintu dan jendela ketika AC menyala.
  • Semakin rendah suhu, semakin besar pula konsumsi listriknya. Setiap penurunan 1 Celcius menaikkan 6% tagihan listrik. Usahakan berada di kisaran 24-27 Celcius atau selisih tidak melebihi 5 derajat dibanding suhu luar.
  • Pasang kaca film pada jendela.
  • Gunakan pengatur waktu otomatis.
  • Bersihkan AC secara berkala.
  • Pilih AC dengan kapasitas sesuai ukuran ruang.
  • Gunakan kipas angin atap untuk membantu meratakan suhu.

Penanak nasi & penjerang air

  • Masak nasi secukupnya sebelum waktu makan, jadi perangkat tidak perlu selalu menyala menghangatkan kelebihan nasi.
  • Masak air minum sekaligus banyak, tetapi hanya masak air secukupnya untuk membuat kopi atau teh.

Mesin cuci & setrika

  • Cuci setumpuk pakaian sekaligus (bukan satu per satu kecuali untuk bahan atau jenis tertentu) dan sesuai kapasitas mesin cuci.
  • Bersihkan bagian bawah dan penampung air pada setrika uap secara rutin serta atur suhunya sesuai bahan pakaian.

Komputer

  • Komputer desktop mengonsumsi listrik 5 kali lebih besar daripada laptop.
  • Pilih resolusi dan tingkat kecerahan rendah.
  • Gunakan wallpaper dan screen saver hitam.
  • Atur setelan waktu agar monitor mati otomatis setelah beberapa saat tidak dipakai.
  • Gunakan satu perpanjangan kabel yang memiliki sakelar sehingga mesin dan layar komputer, modem, printer, scanner, dan pengeras suara bisa dimatikan hanya melalui satu sakelar. Anda tidak perlu memakai fitur stand by.

Penghematan energi listrik: cara menghitung tarif listrik

Sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara menghemat listrik di rumah. Setelah menguasai tips hemat listrik, ada baiknya Anda juga tahu cara menghitung tarif listrik. Dengan mengetahui cara menghitung tarif listrik maka cara menghemat energi Anda akan jadi lebih efektif lagi.

Banyak orang berpikir cara menghitung tarif listrik adalah hal yang sulit. Namun jika Anda menguasainya, Anda jadi tahu cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Simak langkah-langkah berikut ini agar Anda tahu bagaimana cara menghemat listrik.

1. Cari tahu terlebih dahulu golongan tarif listrik di rumah Anda

Di Indonesia ada beberapa golongan tarif listrik mulai dari 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA dan seterusnya. Dengan mengetahui golongan tarif listrik Anda, maka Anda memahami berapa Rupiah tarif per KWH yang harus Anda bayar atas pemakaian energi listrik Anda.

2. Buat daftar peralatan elektronik di rumah yang memerlukan listrik

Anda cukup membuat daftar ini satu kali saja. Seandainya memungkinkan, simpan daftar ini di komputer atau telepon genggam Anda. Tulis nama peralatan elektronik beserta konsumsi listriknya. Misalnya mesin cuci dengan daya 400 watt, AC dengan daya 750 watt, dll.

3. Buat estimasi pemakaian energi listrik

Buat estimasi berbasis penggunaan harian. Misalnya berapa jam dalam satu hari lampu-lampu menyala, atau berapa jam AC, TV, dan mesin cuci menyala dalam satu hari. Jika AC dengan daya 750 watt menyala empat jam dalam sehari maka konsumsi energinya adalah 750 watt x 4 = 3000 watt.

4. Menghitung tarif listrik

Menghitung tarif listrik yang harus Anda bayar adalah dengan mengalikan konsumsi energi dengan tarif listrik sesuai golongan listrik di rumah Anda. Misalnya konsumsi listrik AC seperti contoh di atas adalah 3000 watt (sama dengan 3 Kilowatt) maka tarifnya adalah 3000 watt x tarif listrik per kWH (kilowatt per hour/jam). Anda bisa selalu mengecek tarif listrik di situs resmi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebagai contoh, tarif listrik per kWH untuk golongan 1.300 VA adalah Rp1,467.28 per kWH, maka biaya konsumsi listrik pemakaian AC selama 4 jam adalah 3 kilowatt x Rp1,467.28 = Rp4.401,84. Dengan mengkalkulasikan semua ini akan mempermudah cara menghemat energi.

  • Ganti lampu bohlam/pijar dengan lampu yang lebih hemat energi, seperti CFL dan LED
  • Setiap penurunan suhu AC 1 Celcius menaikkan 6% tagihan listrik
  • Masak nasi secukupnya sebelum makan, jadi tidak perlu membiarkan rice cooker selalu menyala menghangatkan sisa nasi
  • Awalnya diterbitkan 21 November 2018