Pengertian Sampah Organik dan 5 Alasan Anda Harus Memilah Jenis Sampah Sebelum Membuangnya

Masih sulit memahami pengertian sampah organik dan anorganik? Ini dia penjelasan dan alasan mengapa kita harus memisahkan sampah sesuai jenisnya.

Diperbarui

Pengertian Sampah Organik dan 5 Alasan Anda Harus Memilah Jenis Sampah Sebelum Membuangnya

Kesadaran untuk memilah jenis sampah sebelum membuangnya memang masih jarang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Bagi sebagian besar orang membuang sampah jenis apapun tidak masalah asalkan dibuang pada tempatnya. Padahal, pemisahan sampah organik dengan sampah anorganik itu penting. Pengertian sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup dan bisa terurai dengan sendirinya. Sementara sampah anorganik merupakan sampah non-hayati yang menyerupai produk sintetik atau yang diproses dari teknologi pengolahan.

Sampah organik adalah jenis sampah yang tidak terlalu mengkhawatirkan, sedangkan sampah anorganik dianggap cukup meresahkan karena dapat mencemari lingkungan. Nah, mulai saat ini biasakan diri memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya. Berikut adalah alasan mengapa Anda harus memisahkan sesuai jenisnya sebelum membuang ke tempat sampah.

1.  Waktu Penguraian yang Berbeda

Seperti yang disampaikan sebelumnya, sampah organik adalah sampah yang bisa terurai dengan sendirinya dalam waktu yang cepat. Sementara beberapa jenis sampah anorganik tidak mudah terurai dan membutuhkan waktu yang cukup lama agar dapat terurai.

Perbedaan waktu penguraian sampah berdasarkan jenisnya ini menjadi salah satu alasan untuk memilah sampah plastik. Jenis sampah anorganik seperti plastik, kaleng, atau tas kresek tidak dapat terurai dengan mudah sehingga terkadang membutuhkan teknologi khusus untuk menguraikan atau mendaur ulangnya.

2.  Memudahkan Penggunaan Kembali Jenis Sampah Sesuai Fungsinya

Contoh sampah organik bisa berupa kulit buah, daun kering, sampai dengan sampah rumah tangga. Jenis sampah ini sangat sulit digunakan kembali. Kalau pun dipakai kembali umumnya harus diolah kembali dengan menggunakan campuran teknologi atau bahan kimia.

Sementara itu, sampah anorganik sebagian bisa digunakan kembali. Terkadang kita hanya perlu membilas atau mencuci sampah anorganik tersebut sebelum dipakai ulang.

3.  Membuat Hidup Jadi Lebih Sehat

Tahukah Anda bahwa memilah sampah tidak hanya tergantung jenis organik atau anorganik saja. Anda pun harus memisahkan sampah sesuai dengan sifatnya. Sebagai contoh, ada jenis sampah berbahan kimia yang mudah meledak, seperti hairspray, baterai, dan masih banyak lagi. Jenis sampah yang beracun dan berbahaya seperti ini tidak seharusnya dicampur dengan sampah lain yang tidak berbahaya.

Jenis sampah yang tergolong berbahaya ini bisa membahayakan kesehatan diri sendiri. Misalnya, sampah beracun bisa mencemari lingkungan dan tentu saja berimbas pada rantai makanan manusia.

4.  Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Tindakan memisahkan sampah juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lho. Sebagai contoh, ketika Anda memisahkan sampah anorganik dan dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah, tentu saja kegiatan tersebut bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Bukan hanya kesejahteraan nasabah bank sampah saja yang akan meningkat, tapi pemilik bank sampah sendiri juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup terasa. Nah, berminat untuk terlibat dalam kegiatan bank sampah ini?

5.  Mengurangi Penumpukan Sampah di Laut

Pencemaran sampah plastik di lingkungan sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, laut juga bisa menjadi tempat berlabuhnya sampah-sampah anorganik yang tidak bisa terurai dengan mudah.

Ketika kita berani memisahkan sampah sesuai jenisnya, sampah anorganik yang sulit terurai bisa ditindaklanjuti di bank sampah untuk didaur ulang. Tentu saja hal ini berimbas pada berkurangnya sampah-sampah di laut.

Sudah paham dengan pengertian sampah organik dan organik? Yuk, mulai aksi memisahkan sampah sesuai jenis dan sifatnya! Jangan lupa untuk memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan yang mudah didaur ulang juga. Misalnya, dalam memilih deterjen, pilih yang kemasannya ramah lingkungan seperti Rinso Bimasakti. Kemasan Rinso Bimasakti ini mudah didaur ulang sehingga tidak menambah pencemaran sampah plastik di lingkungan kita.

Awalnya diterbitkan