Unilever logo
Cleanipedia logo

Apa Itu Bank Sampah dan Bagaimana Mekanismenya?

Apa itu bank sampah? Kenali lebih jauh tentang bank sampah, salah satu solusi terbaik untuk menanggulangi masalah sampah.

Diperbarui

Ditulis oleh Hiari Azhar Jauhari

07. Cleanipedia Juli 2022 Header

Masalah sampah membutuhkan perhatian khusus dari seluruh kalangan masyarakat maupun pemerintah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa total sampah di tanah air mencapai 68,5 juta ton pada tahun 2021 dengan persentase 17% (sekitar 11,6 juta ton) berupa sampah plastik. Keberadaan bank sampah adalah salah satu solusi terbaik untuk menanggulangi persoalan sampah di Indonesia.

Apa Itu Bank Sampah?

Bank sampah adalah tempat mengumpulkan sampah yang telah dipilah sebelum nantinya melewati proses daur ulang menjadi produk baru. Pengertian bank sampah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengertian perbankan pada umumnya. Pengelola bank sampah akan mencatat setiap jumlah sampah yang disetorkan individu maupun pihak tertentu.

Akumulasi nilai sampah yang terkumpul akan dikonversikan dalam berbagai bentuk, misalnya uang tabungan, sembako, kuota internet, dan produk kebutuhan lainnya. KLHK mencatat bahwa jumlah bank sampah di tanah air mencapai 11.556 unit di tahun 2021 dengan jumlah nasabah sebanyak 419.204 orang. Belasan ribu bank sampah tersebut tersebar di 363 kabupaten atau kota di Indonesia dan mampu melakukan pengurangan sampah mencapai 2,7% dari total sampah nasional.

Manfaat Keberadaan Bank Sampah

Meskipun dampaknya belum terlalu signifikan, kehadiran bank sampah merupakan salah satu jalan keluar bagi permasalahan timbunan sampah karena mampu memberikan beberapa manfaat seperti berikut ini.

  • Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang akibat yang ditimbulkan oleh timbunan sampah serta manfaat daur ulang untuk pelestarian lingkungan.

  • Membantu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan karena masyarakat tergugah mengumpulkan dan memilah sampah yang bisa didaur ulang. 

  • Meminimalkan risiko pencemaran lingkungan karena jumlah sampah yang lambat laun berkurang.

  • Mengantisipasi risiko banjir akibat sampah yang menyumbat saluran air dan sungai.

  • Mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat karena sampah yang terkumpul dapat ditukar dengan hal yang lebih bermanfaat, salah satunya yaitu uang.

  • Mensukseskan upaya perusahaan korporat yang konsisten melakukan proses daur ulang untuk menghasilkan produk yang nilai pakai dan nilai ekonominya lebih tinggi.

Mekanisme Pelaksanaan Bank Sampah

Proses operasional bank sampah dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut.

  1. Pengelola bank sampah melakukan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat tentang jenis sampah yang bisa disetor ke bank sampah. Tahap pertama ini penting agar masyarakat memahami jenis-jenis sampah, khususnya sampah yang dapat didaur ulang.

  2. Masyarakat mulai mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik bisa langsung dibuang atau diolah menjadi pupuk kompos secara mandiri. Sementara itu, sampah anorganik berupa plastik, kertas, logam, dan kaca juga harus dipisahkan untuk mempermudah proses pengolahan. Setiap jenis sampah harus dikemas secara rapi sebelum disetorkan ke bank sampah.

  3. Pihak pengelola bank sampah akan melakukan penimbangan dan pencatatan jumlah sampah yang dibawa masyarakat. Setiap masyarakat yang telah menjadi nasabah bank sampah akan diberikan buku tabungan sebagai bukti akumulasi sampah yang berhasil dikumpulkan. Saldo tabungan yang telah mencapai nominal tertentu bisa dicairkan sesuai kebutuhan masing-masing nasabah.

  4. Sampah yang sudah disetorkan akan dikelompokkan kembali berdasarkan jenisnya sebelum disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Biasanya, pihak bank sampah bekerja sama dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang daur ulang atau perusahaan korporat yang mengolah sampah menjadi kemasan atau jenis produk lainnya. 

Salah satu contoh produk yang merupakan hasil daur ulang adalah Rinso dan Wipol kemasan pouch dari Unilever. Unilever berkomitmen melakukan gerakan bijak plastik melalui pembangunan pabrik pengolahan kemasan daur ulang serta bekerja sama dengan bank sampah. Hasilnya, produk unggulan Unilever seperti Rinso dan Wipol pouch kini dilengkapi kemasan daur ulang yang ramah lingkungan dan lebih mudah terurai.

Jadi, sudahkah Anda berkontribusi dengan menyumbang sampah ke bank sampah di dekat rumah? Tak ada kata terlambat untuk mewujudkan lingkungan hidup yang bebas sampah demi keberlangsungan hidup di masa kini dan masa depan. 

Awalnya diterbitkan